Megawati: Membesarkan Anak Hanya Beragama, Setelah Besar Kerjanya Bun*h Orang

- Desember 09, 2019
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri prihatin dengan adanya aksi-aksi teroris keji. Bahkan lebih miris lagi, semangat aksi-aksi tersebut kadang ditumbuhkan sejak dini, diturunkan kepada anak-anak pelaku terorisme.

“Untuk apa kita diberikan sebagai seorang ibu? Apa itu peri kemanusiaan? Untuk membesarkan anak-anak kita menjadi orang yang pintar, orang yang punya budi pekerti. Bukan hanya beragama, lalu kerjanya setelah besar hanya bunuh orang," kata Megawati di Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata, Jaksel, Senin (9/12).

"Apa bisa setelah besar hanya bunuh orang? Apakah itu manusia Indonesia?,” lanjut Megawati.

Dengan adanya radikalisme yang masih tumbuh hingga saat ini membuat dia prihatin. Radikalisme yang berujung melenyapkan nyawa orang lain.

“Memangnya, yang radikalisme itu, berapa orang yang mau dibunuh sih orang yang nonmuslim, mau diapakan?” serunya lagi.

Ia melihat orang-orang radikal seperti itu tak seharusnya tinggal di Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Megawati melihat kasus yang menimpa Wiranto. Hal itu tidak seharusnya terjadi apabila semuanya mengamalkan betul sila ke-2, yaitu sila kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Itu loh kenapa kita rusak kalau nggak cocok langsung dibunuh. Nggak ngerti saya, apa salah Pak Wiranto loh ya, yang nusuk dia belum tentu kenalan Bapak Wiranto, main tusuk aja,” ujar Megawati.

“Kita ini manusia percampuran yang datang dari segala penjuru karena daerah Nusantara ini itu adalah daerah transit beratus tahun yang lalu, melalui perdagangan rempah-rempah. Kalau saya sih bangga banget jadi orang Indonesia. Orang Indonesia ideologinya Pancasila,” kata Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search