Lima Kejanggalan Penetapan Dua Polisi Sebagai Tersangka Penyiraman Novel

- Desember 28, 2019
Dua anggota polisi aktif telah dinyatakan sebagai tersangka. Tim Advokasi Novel Baswedan menilai terdapat kejanggalan-kejanggalan dalam penangkapan pelaku penyiraman air keras pada Novel Baswedan.

"Adanya SP2HP tertanggal 23 Desember 2019 yang menyatakan pelakunya belum diketahui," tulis Tim Advokasi pada Jumat (27/12/2019).

Yang kedua, perbedaan berita yaitu kedua polisi tersebut menyerahkan diri atau ditangkap.

Ketiga, temuan polisi seolah-olah baru sama sekali. Misal apakah orang yang menyerahkan diri mirip dengan sketsa-sketsa wajah yang pernah beberapa kali dikeluarkan Polri. Polri harus menjelaskan keterkaitan antara sketsa wajah yang pernah dirilis dengan tersangka yang baru saja ditetapkan.

"Keempat, ketidaksinkronan informasi dari Polri yang mengatakan belum diketahuinya tersangka dengan pernyataan Presiden yang mengatakan akan ada tersangka menunjukkan cara kerja Polri yang tidak terbuka dan profesional dalam kasus ini. Korban, keluarga dan masyarakat berhak atas informasi terlebih kasus ini menyita perhatian publik dan menjadi indikator keamanan pembela HAM dan anti korupsi," kata Tim pada laman Kontras.

Kelima, Polisi juga harus mengusut tuntas teror lainnya yang menimpa Pegawai maupun Pimpinan KPK periode sebelumnya (teror bom di rumah Agus Rahardjo dan Laode M Syarif)

"Presiden perlu memberikan perhatian khusus atas perkembangan teror yang menimpa Novel. Jika ditemukan kejanggalan maka Presiden harus memberikan sanksi tegas kepada Kapolri," desak Kontras.




Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search