Klir! Ini Penjelasan Menag Mengapa Natal Bersama Dharmasraya Dilarang

- Desember 22, 2019
Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan tidak diizinkannya ibadah Natal bersama di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, tak lain karena kesepakatan bersama.

Perayaan Natal bersama disepakati digelar di Sawahlunto karena tidak ada gereja di Dharmasraya.

"Bapak tanya ke kakanwilnya, katanya itu kesepakatan yang sudah lama. Karena di sana tidak ada gereja, maka memang Natal itu disepakati dari dulu memang di Sawahlunto, bukan di dua kabupaten itu (Dharmasraya dan Sijunjung). Karena di dua kabupaten itu nggak ada gerejanya. Menurut penjelasan kanwil ke Bapak," kata Fachrul Razi di Jakpus, Sabtu (21/12/2019).

Nanti kita tanya bagaimana kesepakatannya itu. Tapi penjelasan mereka bahwa itu kesepakatan dan itu sudah lama itu, Pak. Begitu. Karena di dua kabupaten itu nggak ada gereja, maka disepakati bahwa Natalannya di Sawahlunto," sambung dia.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) diketahui menerima laporan adanya larangan perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung.

"Pelarangan seperti ini tidak dibenarkan dalam konstitusi Indonesia. Negara ini berdasarkan Pancasila dan konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, yang memberi jaminan kepada setiap orang untuk beribadah," kata Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo, Jumat (20/12).
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search