Kalimat Menohok Buya Yahya untuk Gus Muwafiq

- Desember 03, 2019
Pendakwah masyhur, Yahya Zainul Maarif atau lebih akrab disapa Buya Yahya berpesan kepada semua pihak, khususnya umat Islam, jika berbicara mengenai Nabi Muhammad SAW maka harus berhati-hati. Jangan sampai masuk ke wilayah merendahkan.

"Waspada, jangan sampai kita masuk wilayah merendahkan. Baik sengaja maupun tidak sengaja, tetap salah. Kalau kita punya kalimat yang merendahkan Nabi dengan sengaja, maka kita keluar dari iman. Kalau tidak sengaja, ceroboh kita. Maka tetap harus waspada. Hati-hati kalau kita bicara tentang sifat Nabi," ujar Buya Yahya pada sebuah tayangan kajian pada Senin (2/12/2019).

Pernyataan itu menyinggung ceramah Gus Muwafiq yang menimbulkan kegaduhan karena dinilai merendahkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Ia menegaskan, jika dia umat Islam, maka orang itu tidak akan merendahkan Nabi dengan alasan apa pun. Bahkan di dalam pikiran pun, umat Islam tidak boleh merendahkan Nabi Muhammad.

"Kalau anda perindu dan pecinta Nabi, dan membaca sejarah, nggak akan berani anda ngomong yang tidak pantas untuk Nabi. Nggak mungkin. Masa kecil Nabi berbeda dengan orang lain. Nabi dengan keistimewaannya. Bagaimana saat berjalan dipayungi oleh mendung dan seterusnya," kata Buya.

Masa kecil Nabi Muhammad hingga diangkat menjadi seorang Nabi, sangat istimewa. Keistimewaan ini yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. Nabi Muhammad adalah manusia sempurna.

"Mengagumkan Baginda Nabi. Kalau anda baca sejarah Nabi, akan tahu semuanya. Bagaimana masa kecil Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Jangan sampai ada orang yang mensifati masa kecil Nabi dengan sifat-sifat yang tidak pantas. Itu kan sifatku dan sifatmu. Ya mungkin kita kotor dan sebagainya. Tapi kalau Nabi, tidak bisa," tuturnya.

"Kalau di hatimu ada kekaguman dan cinta pada Nabi, enggak akan bisa anda menyamakan Nabi dengan diri anda. Nggak bisa. Apa pun bentuknya. Karena itu Nabi Muhammad. Nggak bakal bisa. Ini yang pertama. Nabi Muhammad dengan segala keistimewaannya, dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," tegas pengasuh pondok pesantren Al-Bahjah ini.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search