Jokowi Disebut Sebagai Panglima Pemberantasan Korupsi

- Desember 08, 2019

Ketua KPK Agus Raharjo menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi adalah panglima pemberantasan korupsi.
Hal itu dikatakan saat membuka acara puncak Anti-Corruption Film Festival yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Ahad (8/12).

"Kita harus terus berharap meskipun tahun 2019 tahun berat, mungkin kita juga perlu merebung, jangan-jangan ada strategi baru yang dilakukan Panglima pemberantasan korupsi kita," kata Agus.

"Kalau kita bicara Panglima ya selalu Presiden, wakilnya wakil Presiden. Oleh karena itu kita harapkan dengan strategi baru hasilnya kelihatan. Kita yang di KPK dan civil society harus kontrol dan ingatkan kalau perjuangan kita masih panjang," sambung Agus.

Dalam acara itu, Agus menyebut 2019 merupakan tahun yang berat dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Memang 2019 tahun sangat berat tapi kita harus selalu optimistis berjuang. Terus saling mengingatkan, jangan lupa korupsi masih menjangkit dengan begitu luar biasa di negeri ini," kata Agus.

"Oleh karena itu perlu kesabaran, perlu daya tahan, perlu perjuangan tinggi melawan korupsi," lanjut Agus.

Agus mencontohkan peristiwa berat yang terjadi di 2019 adalah revisi UU KPK Nomor 22 Tahun 2002. Setelah revisi disahkan UU tersebut menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 yang dianggap melemahkan pemberantasan korupsi.

Meski begitu, kata Agus KPK harus tetap bersemangat untuk melawan korupsi. Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut terlihat dalam proses pemberantasan korupsi.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search