Jalan Mereka Menghancurkan Karir Dakwah UAS

- Desember 06, 2019
Nama pendakwah nasional Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS belakangan ini menjadi buah bibir. Media-media massa nasional terutama daring dan kanal Youtube ramai-ramai membuat headline yang bombastis soal isu perceraian pendakwah dari Riau itu. 

Lihat saja, sebuah headline dari media arus utama Detikcom, "UAS Cerai, Rumah Tangganya Bermasalah Sejak 4 Tahun Lalu." Sungguh judul yang terlambe turah dan tidak berfaedah.

Di media sosial juga tak kalah ghibahnya, lihat saja kelakuan Permadi alias Abu Janda yang mengunggah buku UAS, "Buat ikhwan akhwat, permisi mau endorse buku Ust. Abdul Somad, bagus buat yang sedang punya masalah rumah tangga. insyaallah banyak yang sudah dapat hidayah baca buku ini, membantu mencari solusi agar tetap langgeng tak perlu sampai bercerai. Bonus tiket ke surga buat 10 pembeli pertama," kata dia di Instagram.

Mantan wartawan bola, Zulfikar Akbar tak kalah nyinyir, "Pernikahan yang tidak bahagia itu tidak selalu karena kurangnya cinta. Terkadang, itu terjadi karena kurangnya hawa persahabatan di dalam rumah tangga itu."


UAS tidak sekali ini jadi sasaran tembak para pembencinya terutama kaum liberalis. Sebelumnya UAS juga ditembak dengan tudingan tidak toleran karena mengungkapkan kebenaran soal salib ada jinnya sesuai dengan keyakinannya. UAS juga beberapa kali dijegal agar tidak berdakwah di beberapa daerah apalagi kampus sekelas Universitas Gajah Mada atau UGM. Yang tak kalah hangat adalah soal pengharaman catur. Padahal UAS menjelaskan menurut beberapa imam.

Soal isu terakhir disebut, UAS merespons dengan bijak. "Saya tidak sempat meladeni hal sia-sia. Tapi ini masalah ilmu dan akhlaq. Saya menjawab lengkap seperti jawaban guru-guru saya."

UAS manusia biasa. Bukan malaikat yang selalu benar, bukan setan yang kerap salah. Mencampuri urusan yang terlalu privat bukanlah urusan bijak. Masalah perceraian, tokoh besar mana yang tidak luput dari perceraian? Nabi Ismail AS pernah menceraikan istrinya atas berbagai alasan. Sayyidina Abu Bakar juga pernah menceraikan salah satu istrinya. Pun demikian dengan tokoh nasional Bung Karno pun bercerai.

Lalu apa? Apa urgensi mengurus 'kamar' pribadi yang dampaknya tak terlalu besar bagi kehidupan berbangsa? Perceraian lebih terhormat daripada memamerkan kepada khalayak ramai bahwa seorang gubernur mengaku bangga memiliki kebiasaan nonton tayangan pornografi. Sebuah pembenaran untuk melakukan tindakan asusila.

Tampaknya benar apa yang dikatakan oleh pendakwah Ustaz Hilmi Firdausi, "Maaf, kalau ranah pribadi, saya nggak akan pernah mau komen. Saya juga tidak komen waktu Ahok bercerai, mari kita belajar memilah mana yang layak diposting/tidak. Jangan karena kebencian membuatmu bersikap tidak adil." (@paramuda)
Advertisement

7 komentar

avatar

Tak ada manusia yang kehidupannya selalu sempurna dengan apa mereka rencanakan.Tetap semangat ustad semoga engkau tabah dalam menjalani hujatan dari orang-orang yang memusuhi kebenaran.Allahuakbar

avatar

Nabi Muhammad saja mereka buli, apalagi UAS...? Hati mereka telah dipenuhi oleh kebencian dan dendam. Fitnah bagi mereka biasa saja.

avatar

Halah ngapain u bandingin sama.ahok.. Beda kali..
Ahok fungsi nya ada waktu jadi gurbenur..nolong rakyatnya..tiap pagi terima warganya yang mengadu..
Lah ini ustad ceramah.manas manasin mulu..
Lu pada blg mandusia ga ada yg sempurna.. Giliran org yg lu ga suka salah sedikit aja lgsg kumpul nasi bungkus di monas

avatar

Anti radikal go nkri setan

avatar

Hanya Allah yg akan membalas Nya, tetap semangat dalam berdakwah.

avatar

Hei anti radikal go NKRI..Ahok mo nolong sejuta wrga DKI kek..tetep kaplingnya di neraka, krn dia kafir..kasian kan

Yg disampaikan ustad sesuai semua yg ada di kitab suci kami..ga ada istilah manas2in..klo elu mrasa panas/blingsatan bisa jadi mmg ada setan di jiwa elu..jalannya ya tobaat..

avatar

Anti Radikal Go NKRI..apa yang disampaikan ustadz kami berdasar tuntunan & ajaran pada agama kami Islam dan itu disampaikan untuk internal umat Islam, bukan pidato untuk umum, jadi siapapun yg bukan muslim tidak berhak marah2 terhadap ajaran Islam & yang disampaikan untuk umat Islam, demikian juga kami di Islam tidak akan marah2 saat ada ajaran non muslim yg tidak sama dengan kami Islam, misalnya Tuhan yang tidak satu, apakah anda pernah mendengar kami marah2 saat non muslim mengajarkan bahwa tuhan itu tidak satu, karena bagi kami agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search