Jajak Pendapat: Negara Arab Tolak Agama Dibawa ke Politik

- Desember 29, 2019
Sebagian besar warga di negara-negara Arab mulai menolak partai politik berdasarkan agama. Berdasarkan jajak pendapat yang digelar oleh YouGov, mereka menilai kelompok politik berdasarkan agama tidak bakal membawa mereka ke manapun.

YouGov adalah jajak pendapat yang dilakukan oleh Arab News sebagai bagian dari Forum Strategi Arab. Forum ini digelar di Dubai, yang akan mengeksplorasi acara dan tren yang diharapkan selama 10 tahun ke depan, dengan 18 pembicara utama, termasuk mantan menteri, pejabat pemerintah, pakar industri, ahli strategi internasional, penulis dan profesional media.

Kelompok-kelompok militan di dunia Arab, menurut jajak, menghadapi penurunan bertahap. Daya tarik kelompok-kelompok seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbullah, Hamas, Al-Qaeda, ISIS dan Taliban dinilai akan memudar selama 10 tahun ke depan, berdasarkan jajak pendapat itu.

Hal tersebut menunjukkan sebagian besar warga Arab memandang korupsi sebagai masalah utama di negara asal mereka dan penyebab utama konflik di dunia Arab. Selain itu, jajak pendapat tersebut juga menemukan adanya persetujuan luar biasa untuk pengembangan pemberdayaan perempuan di kawasan dan sebagian besar warga Arab juga mengharapkan kemajuan lebih lanjut di negara mereka sendiri dalam 10 tahun ke depan.

Seorang analis politik yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), Abdulkhaleq Abdulla, seperti dilansir Arab News mengatakan bahwa hasil jajak pendapat ini adalah kabar baik bagi kawasan.

“Memang, kita telah melihat wajah jeleknya selama empat hingga lima tahun kendali ISIS atas wilayah besar di Suriah dan Irak. Jadi, wajar saja melihat ada penurunan popularitas partai-partai ini. Tetapi yang jauh lebih penting adalah prediksi yang mendukung partai-partai keagamaan, baik moderat maupun ekstremis, menurun tajam," ucapnya

“Orang-orang menjadi sadar, bahwa telah terjadi semacam pelecehan dan terlalu sering menggunakan emosi orang untuk keuntungan politik oleh gerakan keagamaan ini. Yang terpenting adalah Persaudaraan Muslim, yang mengalami saat terburuknya," sambungnya.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search