Gadis Uighur: Aku tak Tahu di Mana Ayah Saya

- Desember 20, 2019
Ilham Tohti, seorang cendekiawan Uighur yang dipenjara di China,. Anak perempuannya mengaku tidak tahu apakah ayahnya masih hidup.

Jewher Ilham mengatakan hal itu setelah menerima penghargaan hak asasi manusia dari Eropa atas nama ayahnya.

Tohti dipenjara seumur hidup atas tuduhan terlibat dalam gerakan separatisme pada tahun 2014. Diketahui China telah menuai protes internasional akibat perlakuannya terhadap Uighur, minoritas Muslim di Xinjiang.

Tohti adalah seorang sarjana ekonomi yang dikenal karena penelitiannya tentang hubungan antara orang-orang Uighur dan Han.

Dalam sidang tahun 2014, jaksa penuntut menuduhnya terlibat dalam kegiatan separatis, termasuk mempromosikan kemerdekaan bagi Xinjiang di situs webnya, Uighur Online.

Laman tersebut, ujar Tohti, bertujuan mengedukasi para penutur bahasa Mandarin dan Uighur tentang masalah sosial.

Tohti dipandang oleh banyak orang sebagai suara moderat. Tidak benar jika dia adalah seorang separatis.

Jewher mengatakan dia sudah tidak bertemu ayahnya sejak 2013 dan tidak berkomunikasi dengannya selama dua tahun.

Dia mengatakan ayahnya dicap "ekstremis yang kejam, dengan penyakit yang perlu disembuhkan dan pikiran yang perlu dicuci".

"Saya bersyukur atas kesempatan untuk menceritakan kisahnya, karena dia tidak bisa menceritakannya sendiri," kata Jewher Ilham, yang menerima penghargaan di kota Prancis Strasbourg di sebelah kursi kosong simbolis.

"Jujur, saya tidak tahu di mana ayah saya berada. Tahun 2017 adalah kali terakhir kali keluarga saya menerima kabar tentang dia."

"Hari ini harusnya menjadi momen sukacita untuk merayakan kebebasan berbicara," kata Presiden Parlemen Eropa David Sassoli.

"Namun, sebaliknya, ini adalah hari kesedihan. Sekali lagi, kursi ini kosong karena di dunia kita hidup dan menjalankan kebebasan berpikir, kita tidak selalu bebas."
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search