Di India, Profesor Sansekerta Diboikot Karena Beragama Islam

- Desember 02, 2019
Beberapa mahasiswa di kota Varanasi, India utara, melakukan demo menentang penunjukkan seorang profesor Muslim yang ditugaskan untuk mengajar sastra Sansekerta.

Seseorang yang beragama Islam dinilai tidak dapat mengajarkan bahasa yang sering dikaitkan dengan agama Hindu kuno. Demikian Rajnish Kumar dari BBC melaporkan.

Saat Firoz Khan ditawari pekerjaan pertamanya untuk mengajar sastra Sansekerta di Universitas Hindu Banaras (BHU) yang bergensi, dia tidak bisa menahan kegembiraannya.

Pekan ini adalah tiga minggu sejak penugasannya, akan tetapi hingga kini dia belum mengadakan satu kelas pun.

Saat berita tentang penugasannya beredar di kampus pada 6 November silam, sekelompok mahasiswa yang terdiri dari sekitar 30 orang melakukan aksi duduk di luar kantor wakil dekan untuk melakukan demonstrasi.

Mereka menilai tidak "tepat" bagi seorang profesor Muslim mengajar mereka sastra Sansekerta.

Namun, hubungan Profesor Khan dengan bahasa klasik yang termasuk dalam bahasa Indo-Aryan dan menjadi akar dari banyak bahasa India, cukup personal.

"Saat ayah saya memutuskan untuk mengirim saya sekolah, ia memilih sekolah yang mengajarkan dalam bahasa Sansekerta sebab dia juga mempelajarinya dan menyukai bahasa itu. Kecintaaan saya dan pergaulan saya dengan bahasa Sansekerta dimulai ketika saya masih kecil di sekolah," katanya.

Pada masa India kuno, Sansekerta adalah bahasa utama yang digunakan oleh para sarjana dan kadang-kadang disebut sebagai devabhasa atau bahasa para dewa.

Bahasa itu kini digunakan oleh kurang dari 1% orang India dan sebagian besar digunakan oleh para pendeta Hindu dalam upacara keagamaan.

Mahasiswa melakukan aksi duduk untuk memprotes penunjukan Prof Khan - BBC

Partai Bharatiya Janata yang kini tengah berkuasa memiliki agenda untuk menghidupkan kembali bahasa tersebut, yang terkait erat dengan agama dan teks-teks agama Hindu.

Chakrapani Ojha, salah satu mahasiwa yang memimpin aksi protes adalah anggota Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad, organisasi sayap mahasiswa BJP.

Dia mengatakan penunjukkan Profesor Khan melanggar hukum universitas.

Namun, para pejabat dari universitas tidak setuju, menyebut bahwa Khan tidak melanggar aturan apa pun.







Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search