China Tabrak Kedaulatan RI di Perairan Natuna

- Desember 31, 2019

Terjadi pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, termasuk kegiatan IUU fishing, dan pelanggaran kedaulatan oleh Penjaga Pantai (Coast Guard) China di perairan Natuna.

Demikian hasil rapat antar kementerian di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Senin (30/12).

Tindakan China itu memicu protes keras pemerintah RI terhadap Beijing.

"Kemlu telah memanggil Dubes RRT (Republik Rakyat Tiongkok) di Jakarta dan menyampaikan protes keras terhadap kejadian tersebut. Nota diplomatik protes juga telah disampaikan," papar pernyataan Kemlu RI.

"ZEE Indonesia ditetapkan berdasarkan UNCLOS. RRT sebagai pihak pada UNCLOS, harus menghormatinya," tegas Kemlu.
Indonesia tidak memiliki overlapping jurisdiction dengan China. Indonesia tidak akan pernah mengakui 9 dash-line China karena penarikan garis tersebut bertentangan dengan UNCLOS sebagaimana diputuskan melalui Ruling Tribunal UNCLOS tahun 2016.

"RRT adalah salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan dan kewajiban kedua belah pihak untuk terus meningkatkan hubungan yang saling menghormati, dan membangun kerjasama yang saling menguntungkan," ungkap Kemlu.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search