China: Kebebasan Berkeyakinan Dilindungi Negara

- Desember 23, 2019
Duta besar China untuk Australia, Cheng Jingye menegaskan bahwa pusat-pusat ditempatkannya etnis Uighur bukan kamp-kamp penahanan, melainkan sekolah-sekolah pelatihan kejuruan dengan program deradikalisasi. Semua siswa di sekolah-sekolah tersebut pun telah lulus.

"Saya mengerti sekarang peserta pelatihan di pusat-pusat semuanya telah menyelesaikan studi mereka dan mereka telah, dengan bantuan pemerintah setempat, secara bertahap menemukan pekerjaan mereka," ujar Cheng dalam konferensi pers, Kamis (19/12).

Tindakan China di Xinjiang, kata dia, tidak ada hubungannya dengan HAM, melainkan pendekatan China untuk mencegah terorisme. China menjamin dan melindungi hak beragama kelompok etnis di  Xinjiang.

"Kebebasan berkeyakinan beragama dan hak-hak lain semua kelompok etnis di Xinjiang telah dipromosikan dan dilindungi," katanya.

"Penyebaran ekstremisme telah secara efektif diatasi dan keamanan publik telah meningkat di Xinjiang dan orang-orang dari semua kelompok etnis dapat hidup dan bekerja dalam damai," tambahnya.

Isu mengenai pelanggaran HAM terhadap etnis Uighur yang mayoritas adalah umat muslim, kata dia, adalah sebuah berita palsu. 

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search