Ulang Jurus Orde Baru: Radikalisme Alihkan Isu Korupsi

- November 04, 2019
Mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyebutkan bahwa isu radikalisme sengaja dibuat dan dimunculkan seperti pernah dilakukan Orde Baru.

“Radikalisme bersumber dari kesalahan yang disengaja atas tata kelola sumber daya alam dan dampak dari kesenjangan ekonomi serta keadilan sosial. Radikalisme agama sengaja dihadirkan sebagai jualan politik,” kata dia di Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Yogyakarta, Sabtu (2/11).

Ia berkisah pada masa Orde Baru, isu ekstrem kanan dan kiri dimunculkan untuk mengalihkan isu korupsi. Isu ini dimunculkan secara sistematis dan terpusat oleh sistem politik yang korup. Ia mencontohkan, saat itu aktivis Budiman Sudjatmiko yang jadi politisi PDIP dituduh ekstrem kiri dan kalangan agama terutama Islam dicap estrem kanan.

“Pengalihan isu-isu korupsi dengan isu radikalisme terbukti mampu membuat kekuasaan Orde Baru bertahan 32 tahun. Jika kita hati-hati dan melakukan pengawasan, bisa jadi sistem politik transaksional seperti tahun ini terjadi pada 2024,” katanya.

Sebab, kata Busyro, elite politik di tingkat daerah dan pusat berupaya mengeruk kekayaan alam Indonesia sebagai modal bertarung di pikada dan pilpres. Terlebih lagi, DPR RI didominasi kalangan pedagang yang pada dasarnya mencari untung.

“Mereka bisa masuk ke (wilayah) privat yang bisa mempengaruhi kebijakan keputusan negara. Saya berharap pedagang yang ada di DPR menjadi pedagang yang memiliki keadaban sehingga mampu menyuarakan suara rakyat,” ujar Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM ini.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search