Tempat Wudhu Dijadikan Tempat Jagal Babi

- November 07, 2019
Ilustrasi: Balipost
Pendiri Mualaf Center Indonesia
Steven Indra Wibowo memiliki pengalaman yang menggelikan sekaligus pahit.

"Saya sedang mengerjakan proyek di Medan, di kaki gunung Sinabung.
Bayangkan bagaimana jika tempat wudhunya dipakai buat jagal babi bagaimana?" kata dia saat mengisi sebuah kajian beberapa waktu lalu.

Ia melihat foto-foto tahun 2015 di mana sebuah masjid di Medan yang ia sambangi warganya masih muslim. TPAnya ada, Idul Fitrinya ramai, kambing kurbannya ramai, acara hari besar Islamnya berjalan.

"Waktu kami datang ke sana bulan lalu, masjidnya sudah mau ambruk," tuturnya.

Muslimnya tinggal lima orang. Kok bisa lima orang? Karena lima orang ini kerja di kapal, keluar negeri dan baru balik empat tahun kemudian.

Orang-orang di kampung itu tidak mengerti media sosial, teve tidak semua orang punya. Tiap hari kerjanya ke ladang balik lagi ke rumah.

Lima orang yang masih muslim itu mau sholat dan mau mengambil air wudhu. Salah seorang dari mereka kaget.

"Apa di ujung itu?"

"Kayak daging."

"Masa sih?"



Tak lama kemudian datang pemilik masjid.

"Maaf ya ketinggalan," kata pemilik masjid itu.

"Apa itu?"

"Kuping babi," kata pemilik masjid itu dengan entengnya. Ia berlalu tanpa merasa berdosa.

Wakaf masjid itu adalah bapak dari laki-laki yang mengambil kuping babi tadi. Pas bapaknya meninggal, laki-laki itu memilih murtad. Keluar dari Islam. Sama seperti beberapa warga di situ.

Masjid itu pun dibeli oleh Steven.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search