Syarikat Islam ke Sukmawati: Kalau Muslim, Perlu Belajar lah Islam

- November 18, 2019
Ketua Umum Pimpinan Pusat Syarikat Islam Hamdan Zoelva menilai pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno tidak pantas.

"Itu memang tidak pantas untuk diucapkan membandingkan Nabi Muhammad dengan Sukarno walaupun konteks di abad 20. Memang tidak ada Nabi Muhammad di abad 20. Tapi pernyataan membandingkan itu, satu tidak pas, dua tidak relevan. Jadi itu berlebihan dan tidak mengetahui dan merasakan perasaan keberagamaan dari umat Islam," kata dia kepada wartawan, Minggu (17/11/2019) malam.

Hamdan membandingkan Sukmawati dengan ayahnya Sukarno yang mempunyai pemahaman Islam yang kuat.

"Saya kira Sukma ini kalaupun seorang muslim, perlu belajar lah Islam itu. Ayahnya itu sangat dalam sekali Islamnya. Sukarno itu memiliki pemahaman Islam yang sangat luar biasa, sayang tidak ikut Bapaknya," ujar dia.

Ia mengatakan perbandingan Nabi Muhammad dengan Sukarno memang sangat tidak relevan. Perbandingan ini juga menurut Hamdan menyinggung perasaan umat Islam.

"Ya betul penempatan kata dan pembandingan itu tidak pantas. Ini kan masalah rasa, bukan debat kusir, ini masalah rasa, bagaimana perasaan umat, yang memang tidak pantas dibandingkan. Dua hal yang berbeda, nabi seorang nabi, Sukarno seorang pejuang dan proklamator, itu konteks yang beda, jadi nggak perlu dibanding-bandingkan," ujar dia.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search