Sepanjang Sejarah: Di Bawah Anies, Realisasi Investasi DKI Jakarta Capai Rp41,1 T!

- November 08, 2019
Realisasi investasi di Provinsi DKI Jakarta mengalami peningkatan yang signifikan dan menjadi perolehan realisasi investasi terbesar dalam sejarah realisasi investasi per kuartal di Jakarta.

Hal itu terlihat di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meluncurkan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode kuartal III (Juli-September) tahun 2019, yang mencapai Rp205,7 triliun.

Berdasarkan lokasi proyek terbesar, lima besar realisasi investasi adalah DKI Jakarta (Rp41,1 triliun atau 20,0%); Jawa Barat (Rp33,4 triliun, 16,2%); Jawa Timur (Rp14,8 triliun, 7,2%); Riau (Rp13,1 triliun, 6,4%); dan Jawa Tengah (Rp11,1 triliun, 5,4%).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra, menyampaikan realisasi investasi pada kuartal III tahun 2019 telah menorehkan catatan kinerja terbaik bidang penanaman modal bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Rrealisasi investasi PMDN dan PMA pada kuartal III tahun 2019 berhasil menembus Rp41,1 triliun. Angka ini merupakan tertinggi dalam sejarah realisasi investasi DKI Jakarta per kuartal," terang Benni, Kamis (7/11/2019).

Realisasi Investasi Provinsi DKI Jakarta pada kuartal III tahun 2019 sebesar Rp41,1 triliun, meningkat 56,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Terdiri dari realisasi PMDN sebesar Rp15 triliun dengan 708 proyek dan realisasi PMA sebesar Rp26,1 triliun (USD1,7 miliar) dengan 2.552 proyek.

Pada periode kuartal III tahun 2019, realisasi PMA di provinsi DKI Jakarta tertinggi dibandingkan realisasi PMA provinsi lain di Indonesia.

"Berbagai program dan kebijakan Gubernur Anies Baswedan terkait bidang penanaman modal dan kemudahan perizinan telah menjadikan DKI Jakarta sebagai primadona investasi bagi investor dalam negeri maupun investor asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia," ujar Benni.

Visi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam mewujudkan 'Wajah Baru Jakarta' yang berbakti, berhati, berkolaborasi dan merangkul, juga diterapkan dalam kebijakan penanaman modal dan kemudahan perizinan di Jakarta.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search