Para Kader PSI Sumbar Ramai Mengundurkan Diri Gara-gara Faldo

- November 06, 2019
Beberapa orang kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Sumatera Barat (Sumbar) mengundurkan diri.

Kader PSI yang mengundurkan diri tersebut diantaranya Ketua DPD PSI Padang Yunando, Ketua Bapilu DPW PSI Sumbar Medo Fernando, Bendahara DPW PSI Sumbar Ria Muthiara, dan banyak lagi mantan caleg atau kader PSI lainnya.

Ketua DPD PSI Padang Yunando mengungkapkan alasan mundur dari partai yang anti perda syariah itu karena ada beberapa kebijakan partai yang sudah tidak sejalan dengannya.

Satu diantara kebijakan partai yang tidak disetujui ialah terkait pemasangan baliho Faldo Maldini yang mengusung jargon 'Sumangaik Baru'. Menurutnya pemasangan spanduk tersebut dilakukan partai tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan kader.

"Kami para kader DPD kaget karena baliho sudah terpasang baru ada komunikasi," ungkapnya seperti dilansir covesia.com, Selasa (5/11/2019).

Terkait hal itu, Yunando menyatakan sudah mengajukan surat pengunduran diri ke DPW PSI.

"Saya mengajukan surat pengunduran karena lebih ingin fokus dengan bisnis," terangnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa sejak pasca-pileg April lalu sudah tidak lagi aktif dalam mengurus partai, karena tidak ada kejelasan arah dan pergerakan dari DPW PSI.

"Saya sudah tidak aktif mengurus partai semenjak pascapileg, alasannya karena tidak ada kejelasan arah dan pergerakan dari ketua DPW PSI," ungkapnya.

Yunando mengatakan bahwa PSI adalah partai masa depan, partai modren. Namun di Sumbar ada nilai-nilai adat dan budaya yang harus dipertahankan.

Ia berpesan, selaku politikus muda harus memiliki etika, santun dalam moral, unggul dalam intelektualitas. "Sumbar ini unik, belum tentu strategi nasional bisa berhasil jika dilakukan di sini," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PSI Sumbar Ari Prima membenarkan terkait mundurnya sejumlah kader PSI.

"Yang mengajukan surat pengunduran hanya ketua DPD PSI Padang saja," ungkapnya.

Ari mengatakan bahwa kader yang mengundurkan diri tetaplah anggota dari PSI. Hanya saja nama mereka tidak lagi dalam struktur.

"Mereka memiliki hak masing-masing, ya kita hanya mengharapkan mereka yang memilih mundur bisa sukses di bidang yang dipilihnya," ungkapnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search