Mempertanyakan Menag yang Larang Ayat-ayat Alquran yang Timbulkan Perpecahan

- November 19, 2019

Menteri Agama Fachrul Razi mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berhati-hati dalam berkomentar atau menyukai status di jejaring sosial.

Ia mengingatkan tentang Surat Keputusan Bersama (SKB) 12 kementerian dan lembaga Penanganan Radikalisme ASN di Jakarta, Selasa (12/11) lalu.

“Kita sudah melakukan penandatangan bersama, di dalam keputusan bersama sebelas menteri itu kami cantumkan banyak teknis tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh ASN,” kata Fachrul di Banda Aceh, Ahad (17/11/2019).

"Jika ASN atau PNS yang digaji oleh negara tetapi masih ngomong tentang ketidaksukaan kepada negara, maka sudah pantas diingatkan. Kalau masih tetap (melanggar) maka akan ada sanksinya juga. Bagaimana sanksinya, sesuai dengan kesalahan yang dilakukan,” tuturnya.



Sebagai catatan, kementerian yang terlibat dalam hal ini, yakni Kementerian PAN RB, Kemenko Polhukam, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pendidikan dan Budaya, serta Kementerian Hukum dan HAM.

Ada juga Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Peluncuran dihadiri oleh Menkominfo Johnny G Plate dan pejabat kementerian dan badan-badan negara itu.

"Sebagai contoh, kalau kita mengangkat ayat-ayat yang menimbulkan perpecahan, harus kita tegur," ujar Fachrul usai menghadiri pertemuan dengan ulama.

“Kalau ada orang yang mengotak-atik tentang Pancasila kemudian teman-teman ASN memberikan kode setuju saja, itu sudah harus dipanggil, kita akan tanya kenapa anda setuju dengan itu?” ungkapnya.

"Tidak ada niat dari kami katakanlah main pecat, tidak, tetapi paling utama tentu saja mengimbau. Mungkin dia lupa atau lalai sehingga bisa diluruskan kembali. Kami ingin ASN menjadi ujung tombak dalam meningkatkan wawasan rasa kebangsaan dan deradikalisasi,” pungkasnya.

Soal 'ayat-ayat yang menimbulkan perpecahan' yang disampaikan oleh Menag, dipertanyakan oleh guru ngaji bernama Yuana Ryan Tresna.

"Pertanyaannya, ayat al-Quran mana yang menimbulkan perpecahan? Memecah belah siapa?" kata Ustaz Yuana di media sosial.

"Bagaimana bisa ayat-ayat Quran jauh di atas konstitusi mendapatkan stigma negatif sebagai ayat pemecah bela?!

Bukankah Quran telah menjadi Al Furqon(pembeda) antara yang haq dan batil?Dimana pemecah belahnya?!" ungkapnya.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search