Letak Ketidakpahaman Menag Soal UAS Sebut Catur Haram

- November 23, 2019
Menteri Agama Fachrul Razi tidak mau memberi tanggapan soal kabar burung  Ustaz Abdul Somad atau UAS yang menyebut bahwa permainan catur haram.

"Halah.. kalau begitu-begitu enggak usah ditanggapi lah kalau begitu. Malu, diketawain orang banyak," kata Fachrul sambil berlalu saat ditemui di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (22/11).

"Karena orang bisa lihat dari referensi manapun," ia menambahkan.

Pada zaman ini, kata dia, orang bisa dengan mudah mendapatkan alternatif pandangan mengenai suatu masalah. Sehingga, kata dia, pendapat pun tidak bisa dimonopoli oleh satu pihak.

Ia menganalogikan pertanyaan mengenai UAS yang mengharamkan catur itu dengan saat para dokter mendiagnosa pasien.

"Saya selalu bilang ya, sekarang orang tidak bisa mengklaim paling tahu, paling hebat. Karena dokter spesialis pun bisa dituntut pasien yang tidak tahu apa-apa," kata Fachrul.



"Dia [pasien] bisa mengatakan: dok, Anda salah ngasih obat ke saya. Obat yang Anda kasih dampak negatifnya sangat banyak. [Dokter bisa balas] Loh saya dokter spesialis. [Pasien membalas] Lha saya baca dari ratusan dokter spesialis lain," tutur dia.

Beredar kabar miring yang menyebutkan bahwa UAS mengharamkan permainan catur.

Padahal dalam ceramahnya, UAS melanjutkan dengan penjelasan bahwa Mahzhab Hanafi telah mengharamkan dadu dan catur. Alasannya, kata dia, kedua benda itu dinilai bisa menyebabkan orang melalaikan sholat dan menghilangkan waktu berhari-hari.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search