Yang Sebarkan Isu Radikal Itu Jarang Pengajian Atau Jarang ke Masjid

- Oktober 25, 2019

Belakangan kalangan tertentu yang taat beragama mendapatkan tudingan sebagai Islam yang radikal.

Hal ini menjadi sorotan juga oleh pendakwah nasional Ustaz Hilmi Firdausi.
Dirinya mengaku dalam satu bulan rata-rata mengisi di 30-40 acara kajian/tabligh akbar.

"Anehnya, belum ada tuh jamaah hadir yang komen ceramah saya ini radikal," kata pengasuh PPA Yatim Dhuafa Baitul Quran Assa'adah pada Kamis (24/10/2019).

Idealnya, menurut dia, jika sering ikut pengajian atau ke masjid pasti tidak mudah bilang radikal.

"Jangan-jangan  yang komen dan menyebarkan isu saya radikal itu emang ga pernah ke pengajian atau bahkan jarang ke Masjid?" ujar dia dengan emoticon senyum malu.

Sebagai orang yang sudah berkecimpung cukup lama di dunia pendidikan, ia menyinggung sedikit soal pernyataan menteri soal dunia pendidikan.

"Izinkan sy menambahkan kpd Pak Menteri, tdk ckp pendidikan berbasis kompetensi & karakter di negeri ini, tp berbasis ketaatan kpd agamanya msg2. Semakin taat, maka potensi seseorang akn smkin tampak. Bpk hrs contohkan itu," kata dia.

Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya mengatakan bahwa masih ada segelintir ustaz yang terkadang lalai memberikan ceramah yang mampu berdampak pada keutuhan bangsa.

"Sebetulnya radikalisme kalau di mata saya, kita semua beruntung negara kita damai karena banyak ustaz yang memiliki tanggungjawab tinggi seputar keutuhan bangsa, memang ada 1-2 ustadz yang memberikan ceramah yang kadang lalai menampilkan penafsiran ayat atau hadist tertentu yang bisa menimbulkan perpecahan dan permusuhan," ujarnya.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search