Tiga Sosok Terpilih Ini yang Bikin Rakyat Harus Punya Stok Sabar Lebih 5 Tahun ke Depan

- Oktober 02, 2019
Lima tahun terakhir rakyat Indonesia memang banyak ujian. Namun demikian, lima tahun kemudian, ujian Indonesia akan semakin banyak sejak terpilihnya tiga sosok ini. Siapa saja itu? Apa saja catatan raport merahnya?

1. La Nyalla Terpilih Jadi Ketua DPD RI, Banyak Sensasi yang Dibuatnya

Setelah dilantik, La Nyalla memiliki keinginan untuk menyamakan aturan perjalanan dinas anggota DPD RI serupa dengan anggota DPR RI. Ia juga ingin mensejajarkan fasilitas antara anggota DPD dan anggota DPR, yakni dari sisi penambahan jumlah staf.

"Kunjungan kerja anggota untuk keluar negeri harus dibiayai lumpsum bukan add cost dan anggota DPD yang bertugas keluar negeri harus mendapat fasilitas untuk bisa membawa staf seperti yang terjadi di DPR RI," ujar La Nyalla, Selasa (1/10).

Selain itu, ia pernah sesumbar potong leher kalau Prabowo menang, ia juga pernah diduga menyelewengkan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 - 2014 saat menjadi pengusaha dan sebagai Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim.


2. Puan Maharani Terpilih Jadi Ketua DPR RI, Nirprestasi Selama Jadi Menteri

Tak sedikit warganet yang mempertanyakan kinerja dan prestasi Puan selama anak Megawati Soekarnoputri itu menjabat sebagai Menko PMK. Warganet juga mengatakan tidak pernah mengetahui apa yang dilakukan Puan selama ia menjabat sebagai Menko PMK.

"Puan itu selain anaknya Megawati, apa sih yang jadi kompetensi dia sehingga bisa jadi pimpinan sebuah lembaga negara?" kata akun Aisyah Gozali.

"Salah satu prestasi beliau ketika masih menjabat sebagai menteri adalah menemukan solusi efektif untuk menyelesaikan permasalahan pangan di indonesia," kata akun Wardotama, dengan menyertakan tangkapan layar 'Menteri Puan Minta Orang Miskin Diet dan tak Banyak Makan'.

3. Jokowi akan Dilantik Jadi Presiden RI (lagi)

Presiden terpilih Jokowi memang memenangkan Pilpres 2019 mengalahkan Prabowo Subianto. Namun sebelum dilantik, banyak kecacatan amanah yang telah ditorehkannya. Banyak RUU yang membuat membuat pendukung dan pemilihnya kecewa berat.

Selain itu, selama kepemimpinannya, utang Indonesia semakin membengkak. Dalam catatan BPK, rasio utang pemerintah meningkat sebesar 27,40 persen pada 2015. Pada tahun berikutnya, naik menjadi 28,3 persen. Sementara pada 2017, rasio utang pemerintah meningkat lagi 29,9 persen.

Jokowi (dan para pembisiknya) tidak memiliki kepekaan terhadap rakyat yang dipimpinnya. Saat ada asap besar di Riau, dia lebih memilih ngevlog bersama dengan cucunya meski sebelumnya menghampiri lokasi kebakaran untuk keperluan pengambilan gambar. Saat terjadi gejolak di Wamena, dia lebih memilih mengadakan konser musik bersama beberapa artis dan musisi ibukota.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search