Menyesal Pilih Jokowi, Lebih Menyesal Pilih Prabowo

- Oktober 15, 2019
"Menyesal pilih Jokowi, tapi lebih menyesal pilih Prabowo."

"Memang kenapa?"

"Orang yang memilih Jokowi sudah pasti menyesal karena kebijakan-kebijakannya yang merugikan rakyat."

"Lalu?"

"Tapi lebih menyesal pilih Prabowo karena kita yang milih dia, dia malah pilih Jokowi."

Demikian dialog antara dua orang yang dulu sama-sama pilih Prabowo Subianto.

Mantan capres yang juga Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto kembali tampil di media massa dalam beberapa hari terakhir.

Prabowo mendapat sorotan pasalnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Padahal Jokowi dulu adalah rivalnya saat pemilihan presiden 2019. Ia juga bertemu pemimpin partai lainnya seperti Surya Paloh dari Partai Nasdem serta yang teranyar Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dari PKB, Senin malam (14/10).

Sejumlah pihak menyebut pertemuan tersebut menjadi sinyal akan bergabungnya Gerindra ke kubu pemerintahan.

Pada Senin (14/10/2019) malam, Prabowo melanjutkan safari politiknya dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Kantor DPP PKB.

Usai menemui Cak Imin, Prabowo mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia harus berjalan dinamis.

"Kita perlu bertarung, kita perlu berkompetisi. Pada saatnya kita kompetisi, kita adu gagasan, kita adu argumen, kita adu pemikiran. Tapi begitu pertarungan selesai, kita harus bertemu. Kita harus cari titik-titik persamaan," katanya.

Pengamat politik yang sempat mendukung Prabowo, Rocky Gerung mengatakan dalam cuitan, "Kampret masuk kolam, cebong masuk goa. Dua-duanya stressss."
Advertisement

3 komentar

avatar

Hanya satu kata: sontoloyo!!

avatar

seperti kata orang tua untuk selalu menyediakan lubang walaw sekecil jarum ketidakpercayaan terhadap politisi.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search