Menag Mau Ketemu UAS, Mau Periksa Hadits yang Disampaikan UAS Sensitif?

- Oktober 30, 2019
Oleh: Nasrudin Joha

Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi dikabarkan akan menemui penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda Fachrul untuk merangkul segenap komponen masyarakat demi kepentingan bangsa. (28/10).

Sebelumnya, Menag menegaskan agar ustadz-ustadz tidak menyampaikan konten ceramah yang memuat ayat atau hadits sensitif. Pertemuan ini, tentu menimbulkan praduga publik tentang rencana eksekusi para ustadz agar lolos ferifikasi unsur 'sensitif' didalam penyampaian ayat maupun hadits.

Menag mengakui UAS memiliki peran dan berjuang untuk bangsa. Meskipun, dia juga memiliki penilaian ada satu dua butir ceramahnya yang menurutnya tidak pas. Menag mengaku memiliki Kewajiban untuk menyampaikan itu.

Pada artikel yang berjudul 'REZIM JOKOWI SEMAKIN REPRESIF TERHADAP ULAMA ?' penulis telah membuat analisis adanya Pola baru yang memungkinkan bagi rezim untuk melakukan sejumlah 'intimidasi struktural', memaksa ulama untuk masuk 'meja perundingan' yang telah dipersiapkan rezim. Dalam negosiasi perundingan itulah, para ulama akan dihadapkan pada tiga opsi utama :

Pertama, para ulama kritis yang menyampaikan sejumlah dalil untuk mengoreksi rezim, baik dalil dari al Quran maupun as Sunnah diminta untuk menarik diri dari aktivitas dakwah amat Ma'ruf nahi munkar, serta menjadi satu kesatuan bersama rezim untuk mensyiarkan sejumlah dalil yang akan mengokohkan kedudukan rezim.

Kedua, jika ulama kritis tidak mau menjadi ulama yang mendukung rezim, yang melegitimasi kekuasaan rezim dengan mencari kutipan dalil Al Quran maupun AS Sunnah, agar memilih diam dan fokus menyampaikan dakwah tentang akhlak dan kebajikan persoanal individual.

Ketiga, ulama yang masih tetap nekat berdakwah dan menjelaskan syariah apa adanya, tetap mengutip dalil dari Al Quran dan AS Sunnah tanpa pilah pilih, tetap mengoreksi kezaliman rezim dan menolak melegitimasinya, akan diancam dengan sejumlah konsekuensi, termasuk akan dikriminalisasi.

UAS nampaknya akan menjadi ulama pertama yang ditarget rezim. Pertemuan ini, merupakan langkah negosiasi untuk memaksa UAS memilih satu diantara tiga pilihan. Mau tunduk kepada rezim dan menerima sejumlah kompensasi, memilih untuk tiarap (diam), atau ditekan dan dikriminalisasi jika masih melawan rezim.

Jadi, pertemuan Menag dengan UAS bukan untuk memferifikasi hadits yang disampaikan UAS. Sebab, secara keilmuan bisa apa Fahrur Razi dibandingkan UAS kalau bicara hadits ? Atau Menag mau menggunakan tangan kekuasaan untuk memberi stempel hadits yang disampaikan UAS sensitif?

Ini merupakan aksi nyata bahwa rezim memang ingin membungkam dakwah Islam, rezim menjadi pihak yang menyeleksi hadits berdasarkan arogansi kekuasaan. Berdalih ceramah sensitif, ayat sensitif, hadits sensitif, rezim akan mengunci dan menutup rapat syiar dakwah dan agama Islam menggunakan otoritas kekuasaan.

Karenanya, semua ustadz, ulama, mubaligh, advokat, akademisi, tokoh Islam dan segenap umat Islam wajib bergandengan tangan untuk saling melindungi. Semboyan umat harus berani menjadi martir bagi ulama, sementara ulama siap menyongsong Syahid demi menjaga kemuliaan Dien Islam.

Ya Allah, selamatkanlah umat dan agama ini. Amien.
Advertisement

42 komentar

avatar

Saudara hrs membuktikan dulu dakwah atw ceramah ulama khususnya Somad yg menentang rezim Jokowi.. Kl tdk bisa mk jgn sok pinter jadi pahlawan pembela agama skaligus pemecah belah anak bangsa. Artikelmu ini tdk punya bobot akademis rational tpi asumsi belaka dn cendrung emosional, tidk pantes dipublish.

avatar

Bela bos lawan ulama...mening cari jabatan lain

avatar

Menag dapat tugas mengatur dalil qur'an dan hadits sesuai kepentingan ya?
Masih pantaskah anda menjabat urusan agama yang mutlaq Kekuasaan kebenarannya dari Tuhan?

avatar

Di zaman rezim ini Lama2 nabi Muhammad saw pun bisa dijadikan tersangka Karena menyinggung perasaan ummat PKI!

avatar

Mau coba coba mengusik ulama kami, kami segenap umat muslim yg peduli agama & ulama nya akan berjuang untuk membela, meski nyawa taruhannya...
*Alloohu Akbar*

avatar

Jelas" si somad penista agama napa msi di biarkan .
Selagi somad masi terus melecehkan agama lain bukan tidak mungkin akan menimbulkan perang agama.
jadi jangan sampai peristiwa di poso terulang kembali.

avatar

Jangan negatif thinking dulu berwawasanlah kebangsaan yg luas sdrku..

avatar

emang kamu itu siapa,ahli hadist jga nggak kok mau sok sok,an periksa hadist ustazd....hanya PKI dan org munafik sja yg merasa tersinggung sabda nabi

avatar

Menurut saya ada baik Menag bertemu dengan UAS.karena Indonesia ada departemen agama Islam yg bertanggung jawab dalam. Mencegah para pembicara yg berkaitan dengan agama Islam yg membuat tujuan agar umat Islam tidak percaya pada pemimpin negara.padahal pemimpin negara itu untuk semua warga negara jgan d anggap KL pemimpin negara itu adalah orang yg men intimidasi Ulama.itu tugas para pejabat pemerintah agar warganya tidak mudah terpengaruh oleh penceramah yg mengatas namakan agama Islam

avatar

Jangan biarkan PKI bangkit lagi

avatar

Saya sangat mengharap jangan sampai umat ini mau di sesatkan dengan si somat karena isi ceramahnya terlalu mengadu domba semua isi alqur, an dan haddis yg hanya pakai penafsiranya pribadi sendiri dia dia tidak menghargai pendapat madjhab yg lain dia menganggap hanya si somat lah orang islam yg paling benar

avatar

Selama isinya hadist dan Al-Qur'an,kenapa takut ,itulah kebenaran,lakum dinukum wallyaddin

avatar

Jgn takut saudaraku umat islam,yg hak pasti menang,dan yg bathil pasti kalah,islam takkan pernah hilang hingga akhir zaman,allah yg akan menjagany,kunci kemenangan kita adalh sabar,semua masalah yg trjadi sdh kehendak allahallah.!!!

avatar

Satu hal yang positif... Ketika seorang pejabat negara untuk menemuiulama untuk meminta masukan serta berdikusi permasalahan bangsa ini, saya masih ingat ketika UAS sampaikan saat berkomunikasi dengan salah satu capres ketika beliau mengatan ",Tolong jangan undang saya ke Istana bila sudah menjabat" apa maknanya di sini "pemimpinlah yang harus sowan ke ulama dengan mengutamakan Adab dan Ilmu serta melepas ego "

avatar

Alquran..hadist..mau di koreksi....
Heloooooooooo.....
Justru yg harus ditanamkan sekarang itu adalah saling menghargai agama masing masing....jangan saling memojokan...
Lakumdinukumwaliyadin
Agama non muslim jangan merasa terganggu dengan ajaran islam...
Islam juga mengajarkan tentang kerukunan beragama...
Justru yg anti islam yg merasa di perangi oleh islam...
Takbiiirrrr

avatar

Bapak Ustadz Abdul Somad sudah di jalan yang benar. Maju terus Pak Ustadz, kelak para penghinamu akan mendapatkan ganjaran yang setimpal,semoga Bapak Ustadz Abdul Somad sehat selalu berada dalam lindungan Allah Swt,Aamiin.

avatar

bagus nya saling ketemuan agar tidak miscom

avatar

https://www.portal-islam.id/2019/10/ramai-ramai-menolak-uas-siapa-mereka.html?m=1

avatar

indonesia yang penduduknya adalah mayoritas muslim. saya memberi saran agar pak menteri agama agar hati2 dalam mengeluarkan peraturan,statement/pernyataan.
kami umat muslim selalu menginginkan kedamaian dan dalam pencapaiannya pun kami selalu mengedepankan akhlak.
Janji Allah SWT adalah Haq dan pasti.

avatar

Tanyalah kepada kiyai/Habib atau Ustadz yg lebih pintar kan banyak. Bukan yg abal2 ngaco nanti pak.
Jadi gak usah sok kuasa agama di jadikan kambing hitam padahal tidak tau mana hadits yg sohih atau yg abal2..

avatar

Pak mentri bukan mau priksa hadits krn uas jg bukan pakar hadits kok,yg mau di periksa adlah pemahaman dia dlm menafsirkan hadits2,krna bnyak da'i2 yg suka plintir hadits utk memorovokasi umat utk membenci pemerintah,dan menimbulkan kegaduhan dan mengganggu stabilitas keamanan,,saya dukung pak mentri,,,

avatar

Rezim dungu....tanda tanda akhir jaman......PKI liberalisme Syiah.... bagian dari Freemason....dajjal ....

avatar

Rusak nya suatu negara bkn karna agama atw Ustad,tp lebih kpda oknum pengatur negara itu sendiri,yg mau ngatur agama dan ustad termasuk OKNUM pengatur negara bukan ? Wkwkwkwkwkwk

avatar

KATAKAN YG BENAR WALAU ITU MENYAKITKAN

avatar

UAS pintar ...mau dirangkul aja kali

avatar

Baru punya jabat dikit mau klim uas .entr di ulti dari jauh sma lesly clok out ente

avatar

Tugas Ustadz utk menyatakan kebenaran menurut agama Islam sama seperti pemimpin/pengkhotbah di agama lain meski hal itu tidak seauai dg kepentingan pemerintah, pak Mentri jangan Dijadikan agama yg pro kepentingan pemerintah..?

avatar

Aneh jenderal kok bisa jadi menteri agama,bukannya dari para ulama,REZIM ANEH

avatar

Artikel ini isinya hoakssssss, di pelintir isinya

avatar

Blokir situs ini, hoakssss.. di pelintir semua kalimatnya,ini bukan situs alumni 212 yg sebenarnya

avatar

sebenarnya semua itu hanya masalah waktu, satu sisi waktu itu berkuasa sisi lain demo sekarang satu sisi yg berkuasa sisi lain menjadi oposan sebenarnya kalo paham apa itu khilafah oposan ndak harus menjadi musuh atau bermusuhan kita perangi kedzaiman kita perangi kemungkaran tapi jangan mengatakan pemerintah itu rezim yg dzallim, sebab kalau ndak ada pemerintahan apa bisa kita dikatakan hidup berbangsa dan bernegara karena itulah kalau ndak ndak faham dengan ilmu tasawuf jangan bicara soal tasawuf kalau ndak ngerti soal haqiqat makrifat yang jangan sok paham sok ngerti dengan haqiqat makrifat karena haqiqat makrifat ndak cukup hanya dengan teory kalaopun seseorang hafal al-quran dan jutaan hadist itu belum cukup untuk memahami haqiqat dan makrifat sama dengan melihat satu sisi mata uang demikian juga bangsa satu sistem cocok disana belum tentu cocok disini, nah kalo kita paham dan menjalani bagaimana orang bertasawuf maka kita akan tahu apa yg sebenarnya kita butuhkan ....bukan berandai andai. ..wis ah...

avatar

Agama saya islam,saya bela umat islam sampai mati Tpi umat islam yg bagaimana dulu yg saya bela.? Kalau salah mah ya salah ajah wajib dihukum ko.

avatar

Sebanyak"nya lalat yg mengerumuni bangkai lbh baik dr pd ulama yg mengerumuni penguasa...

avatar

Dunia terbalik.....

avatar

Pak menteri memang bukan mentri agama Islams ,tapi mentri yg membawahi dan mengelola semua agama,seyogyanya Bapa harus menguasai ilmu agama yg ada di negara ini,jadi ngga timpang dalam menilai dalil dan sareat agama2 tersrbut,jangan berat sebelah

avatar

Jalan terus ust Abdul Somad jangan kendor...

avatar

Buat kegaduhan aj ini orang.

avatar

Na'uzubillah rezim zaman sekarang.. ustadz pun mau dikriminalisasi. Di mana hatimu pak Mentri... Apa bapak sudah tak bertuhan lagi? Kalau ustadz dikriminalisasi, mau jd apa negara ini? Apa bapak sudah tak punya iman? Ternyata semakin tinggi ilmu semakin rendah pula akhlak. Hanya memikirkan rezim yg sifatnya sementara... Bukannya mendukung dakwah dengan dalil2 yg benar demi kebaikan pemuda masa depan malah mencari2 kesalahan ulama dan ustadz. Sadar pak sadar,, bapak tau apa tentang hadist,, seharusnya rezim itu yg mengikuti Al-Qur'an dan sunnah. Bukannya Al-Qur'an dan Sunnah yg menyesuaikan dengan rezim jaman sekarang. Kalo rezimnya salah.. harus diluruskan dong. Benar2 negara ini sekarang sudah keliru. Tak lagi memihak pada agama.. seolah-olah ia hidup bertuhan kan rezim yg gak jelas tujuannya. Semoga bapak mendapatkan hidayah dr Allah SWT. Pikirkan kembali tindakan bapak itu!!!!

avatar

uas ulama kami.dan kau rezim zalim jngn macam2 pada ulama umat islam.klau kau rezim memang lbih mncintai kaum kafir cintailah tapi jngn ganggu ulama kami untuk brdaqwa dan mnybrkan ilmu agama supaya manusia tdk trjerumus kdlm api neraka.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search