Mahasiswa Tanpa Batok Kepala Itu Temui Anies di Balaikota, Sampaikan 11 Pemikiran

- Oktober 25, 2019

Mahasiswa Universitas Al-Azhar tanpa batok kepala, yang jadi korban saat demo ricuh di DPR pada 24 September 2019, bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pemuda yang bernama Faisal Amir itu datang ke Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (25/10) sekitar 09.30 WIB. Faisal ditemani oleh ibunya, Siti Asmah Ratu Agung, beserta dua orang temannya.

Siti Asmah sempat mengemukakan maksud dari kunjungan mereka hari ini. Ia mengungkapkan anaknya juga akan turut menyampaikan sejumlah poin pemikiran kepada Anies Baswedan.

“Dia kan warga negara DKI, bukan warga negara lain, sama menyampaikan perkembangan Faisal, yang berikutnya dia menyampaikan pokok-pokok pikiran kepada Gubernur,” kata Siti Asmah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

Ada 11 pokok pemikiran yang disampaikan Faisal kepada Anies Baswedan. Mulai dari dukungan kepada Anies, revitalisasi trotoar hingga pelatihan wirausaha untuk mahasiswa di DKI Jakarta.

“Jadi ini menumbuhkan rasa kepeduliannya, misalnya contoh dia ingin mahasiswa itu, di pokok pikirannya, dia pingin mahasiswa itu dikasih sepeda untuk kuliah, orang miskin dikasih sepeda untuk kerja,” kata Siti Asmah.

“Lalu trotoar itu seperti di Hong Kong, itukan di tanam leci, di sini kita mau tanam rambutan, apa namanya lengkeng yang berbuah,” ujar Siti Asmah.

Pemikiran Faisal tidak hanya akan disampaikan kepada Anies saja. Anaknya itu juga akan menyampaikannya ke DPR, tinggal menunggu dan mengatur jadwalnya saja.

“Nanti dia mau roadshow nanti setelah Gubernur dia mau ke DPR, nanti temui Ketua DPR-nya, nanti ke DPR dia akan ketemu dengan MPR,” kata Siti Asmah.

Faisal dan Anies bertemu secara tertutup.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search