Larang Warga Yogya Ikut Muslim United, GKR Bendara: Panitia Tak Punya Tata Krama!

- Oktober 11, 2019
Putri terakhir Raja Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengkubawana X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, memberikan imbauan masyarakat Yogyakarta untuk tidak datang ke acara Muslim United.


"Himbauan yah bahwa ini surat berlaku dan sah," kata dia melalui akun resmi Instagram-nya, @gkrbendara, menyertai foto surat bertanda tangan Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono, terkait penolakan izin penggunaan Masjid Gedhe Kauman untuk Muslim United.

"Selaku pemilik Masjid Gedhe Kagungan Dalem tidak mengijinkan Masjid digunakan untuk acara ini," ujar dia.

Ia menilai status keraton lebih tinggi dari masjid.

"Pemilik statusnya lbh tinggi dari pada panitia atau pun Takmir," ujar dia.

"Kalau yang punya rumah ngga kasih ijin untuk di pakai, tapi tetap ngotot memakai artinya mrk masyarakat yg taat peraturan dan tata krama tidak yah???

Himbauan, untuk masyarakat supaya tdk datang kesekitaran Alun-alun di tgl 11-13 Oktober 2019 karena keliatannya ada unsur kesengajaan dan provokasi," kata dia menambahkan.

Ia menggunakan tanda pagar, "Jogja toleran dan cari tempat lain aja."
Advertisement

4 komentar

avatar

Mesjid itu punya Allah, bukan punya mahluk...bahkan jiwa mu pun milik Allah, katanya toleran koq malah sama Muslim gak toleran. Toleran tebang pilih.

avatar

Saya warga Jogja...tapi satetmen bahwa kraton statusnya lebih tinggi dari masji adalah salah besar Gusti...maaf....siapa yg menciptakan ngarai dalem dan Gusti?? Pemilik masjid itu kan? Allah....masjid adlah rumahNya,,,Raja di atas segala Raja di bumi...

avatar

Masyarakat makin dlarang akan makin semangat mnhadirinya


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search