Kronologi Aksi: Siapa yang Sebenarnya tak Habis Menyerang

- Oktober 01, 2019
Saya hendak berbagi kronologi aksi hari ini yang dituding sengaja melampaui batas waktu dan hanya untuk membuat kerusuhan. Semoga ini dapat meluruskan tudingan-tudingan miring dan agar lebih adil memahami apa yang terjadi.

Pukul 17.30 tadi di garis paling depan blokade menuju gedung DPR, polisi sudah meminta peserta aksi untuk membubarkan diri. Peserta aksi dan mobil orasi pada pukul ini juga sudah mulai banyak yang mundur untuk membubarkan diri.

Lalu, tiba-tiba tanpa peringatan tanpa ada kerusuhan sama sekali, aparat memberondong peserta aksi yang hendak membubarkan diri dengan gas air mata pukul 17.50. Suasana kacau, peserta aksi panik berhamburan.

Ketika peserta aksi sudah mundur, dengan banyaknya yang tumbang karena gas air mata dan jalan yang membutuhkan waktu, tiba-tiba aparat kembali lagi mengejar dan menembaki gas air mata dengan membabi buta.

Peserta sudah makin menjauh dari titik semula, hingga tiba di Semanggi. Sampai pada akhirnya, suasana mencekam kala aparat menembaki gas air mata begitu banyak dari atas jembatan semanggi ke bawah dekat plaza semanggi dan Atmajaya.

Suasana mall mencekam karena ditembaki gas air mata, suasana jalan depan atmajaya menjadi tidak karuan. Saya dan rekan-rekan berinisiatif mengerahkan pengendara mobil dan motor untuk putar balik agar tidak terjebak di titik yang ditembaki gas air mata.

Parahnya, aparat terus menembaki gas air mata di jalanan sudirman yang menjadi jalur peserta aksi membubarkan diri yang mana jalanan ini sangat padat dengan warga umum. Banyak korban berjatuhan.

Mari kita sama-sama untuk tidak tergesa menyimpulkan dan menghakimi. Realitas hanya mampu dipahami secara jernih ketika sisi lainnya diuraikan.

- Andri Prasetyo

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search