Kejanggalan Kematian Suryadi dan Nyawa yang Diganti Rp10 Juta

- Oktober 05, 2019

Tewasnya laki-laki bernama Maulana Suryadi (23) di tengah ricuh demonstrasi sekitar gedung DPR membuat polisi angkat bicara. Menurut polisi, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Maulana.

"Jadi untuk almarhum Maulana itu, ibu kandungnya itu, Ibu Maspupah, sudah mendatangi RS Kramat Jati. Jadi ibu kandung sudah melihat jenazahnya, jadi yang bersangkutan melihat tidak ada lebam-lebam maupun benda keras, tidak ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Ia juga mengatakan ibu Maulana atau Yadi juga sudah meneken surat pernyataan di atas meterai Rp 6.000 bahwa anaknya memang punya riwayat sesak napas. Argo menyebut ibunya juga tak mau jasad Yadi diautopsi.

"Jadi ibunya sudah ngecek sendiri dan kemudian juga membuat pernyataan juga di surat di atas meterai Rp 6.000 yang menyatakan memang almarhum ini memang punya riwayat penyakit sesak napas. Ya, dari ibu kandungnya seperti itu dan tidak mau diautopsi juga," ucapnya.

Argo membenarkan bahwa pihak kepolisian memberi santunan Rp 10 juta untuk pengurusan jenazah. Ia menilai tak ada salahnya polisi memberi santunan.

Benarkah Maulana meninggal sakit sesak napas?

Ada sejumlah kejanggalan apa yang disampaikan oleh pihak polisi. Katanya:
1. Ibu dari Maulana sudah datang dan melihat langsung, tidak ada bekas lebam pada tubuh Maulana.

2. Ibunya sudah tanda tangan di atas materai menyatakan bahwa almarhum memiliki riwayat sesak napas.

3. Keluarganya dapat santunan sebesar Rp10 juta.

Padahal, Maspupah, ibu dari Maulana sebelumnya kaget ketika ada polisi yang meneleponnya untuk meminta alamat rumah. Ketika polisi datang, Maspupah mendengar kabar anak pertamanya itu meninggal. Dia sempat ditanya soal riwayat sakit Yadi.

Maspupah bersama kedua anaknya, Rizki dan Feby, ikut bersama polisi ke RS Polri. Dia mengatakan jenazah Yadi bengkak dan melihat darah.

"Setelah itu, naik mobil lagi ke RS Polri, masuk ke kamar lihat Suryadi sudah tergeletak. Awalnya saya nggak kenalin muka anak saya, 'ini Yadi, Ki?'. 'Yadi, Bu' kata Rizki. Jadi kok bengkak begini mukanya. Ya Allah, saya tangis-tangis tuh. Lihat badannya, masih bagus, lihat kupingnya berdarah," tuturnya. 

"Saya tanya polisi, 'Kenapa kupingnya berdarah?' Kata polisi 'nahan sesaknya'. Polisi nanya mau dimandiin udah bersih atau gimana? Saya bilang mandiin di rumah neneknya saja," tambahnya.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search