Kaum Rebahan, Mari Belajar Pada Mereka yang Dilantik di Senayan

- Oktober 02, 2019

Banyak hal yang bisa dijadikan buah bibir dari pelantikan DPR DPD MPR kemarin. Setidaknya untuk belajar dengan tak langsung agar hidup tak hanya rebahan sambil megang gawai saja.

Pada Hillary Lasut, kita belajar bahwa anak muda 23 tahun bisa melenggang ke Senayan. Dia seolah membungkam partai yang sok-sokan anak muda tapi narasinya nestapa.

Pada para aleg perempuan PKS, kita belajar 'gugur satu' tumbuh banyak srikandi yang berjuang di sana. Setelah sebelumnya hanya satu orang yakni Bu Ledia Hanifa---dan kini dia ada temannya.

Pada Lora Fadil, kita belajar bahwa dia memiliki keberanian penuh untuk berbagi hati dan menunjukkan ke publik. Dia teramat santuy karena tahu itu halal dan diperbolehkan. Dia seolah membantah bahwa berbagi hanya dominasi partai tertentu.

Pada La Nyalla, kita belajar menerima kenyataan bahwa di dunia yang fana ini ada lho jadi tersangka megakorupsi, dideportasi dari negeri tetangga, ngaku sebagai penyebar hoaks lewat koran Obor, siap dipotong leher dll, bisa menduduk kursi terhormat. Dia memang benar-benar tidak menyala.

Dan pada Puan Maharani, kita nggak usah belajar. Nggak ada yang patut dipelajari. Kamu hanya disuruh diet saat missqueen. Diet pengeluaran untuk kopi dan promo-promo yang menggiurkan di e-duit. Yang penting kamu manut saja perintah emak. Sudah.

Demikian.

Ini sekadar bahan untukmu kaum rebahan. Re-bahan. Kembali mencari bahan agar kamu semangat lagi.


@paramuda
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search