BPJS Rugi Triliunan, Pemerintah: Kita Manja, Sakit Dikit ke Rumah Sakit

- Oktober 09, 2019
Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, mengatakan kenaikan iuran BPJS merupakan jalan terakhir.

Saat ini, kata dia, bersama DPR tengah melakukan kajian kembali dari hasil temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait BPJS Kesehatan.

"Sampai hari ini kenapa kami rapat untuk review kembali dan tindak lanjuti temuan BPKP dan hasil diskusi dengan Komisi IX dan Komisi XI DPR. Hasilnya, perbaiki manajemen dan lain-lain. Iuran itu yang terakhir," kata dia di Jakarta, Senin (7/10/2019).



"Nah selisihnya baru kami hitung untuk penyesuaian tarif, jadi tidak ujug-ujug," papar Mardiasmo.

Perbaikan manajemen itu dilakukan dengan melihat ulang data kepesertaan untuk penertiban data anggota. Kemudian pemerintah juga meminta 60% dari Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dibenahi.

"Kita terlalu dimanja, sakit sedikit langsung ke RS, padahal penyakitnya bisa diatasi oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)," ujar Mardiasmo.

Advertisement

3 komentar

avatar

yang manja itu pemerintah bukan rakyat,,, dikit dikit kl bokek minta nya sama rakyat..durhaka sama rakyat, duit dimintain kl demo digebukin

avatar

Jngn bilang mnja.karna percuma d rawat d tingkat pertama tetap bayar.lau mau total gratis langsung kerumah skit itu yg sering d katakan dokter klinik.apa salah lau yg berobat menggunakan BPJS Pengen gratis.kami bayar tiap bulan lau dirawat harus bayar juga percuma dong apalagi sekarang mau naik iuran'y.

avatar

Saya yg ngalamin d rawat d klinik bpjs.sehari 600 rbu.tp tiap bulan gajih saya d potong bt bayar BPJS.kemn uang saya yg tiap bulan bt bpjs


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search