Ajari Aku Islam dan Isu China Masuk Masjid Pakai Sepatu

- Oktober 19, 2019
"Aku tersinggung jika ada yang manggil aku China," kata laki-laki itu. "Aku memang keturunan China. Tapi aku orang Indonesia. Jika ada perang China lawan Indonesia, aku akan melawan China demi Indonesia!" tutur dia, melanjutkan.

Adegan dibuka dengan dua orangtua berwajah oriental sedang sembahyang. Mereka menaikturunkan hio bakar, mengikuti ajaran leluhur. Tapi, Kenny (Roger Danuarta), Kenny tidak melakukan hal yang sama. Ia hanya memegang hio saja dan menatap kedua orangtuanya.

Selanjutnya, Kenny berjalan seorang diri. Tapi tunggu dulu, dia tidak benar-benar seorang diri. Sadar ada yang membuntuti, Kenny berlari. Rupanya mereka adalah Debt Collector. Sempat baku hantam, tapi ia berhasil lari lagi. Hingga akhirnya ia punya tempat berlindung yang nyaman: mushola!



Film bercerita tentang Kenny yang mendadak jatuh cinta dengan seorang muslimah mahasiswa yang aktivis sosial bernama Fidya (Cut Ratu Meyriska). Mereka bertemu di sebuah lampu merah. Tak ada alasan khusus Kenny mengapa suka pada perempuan itu. Namanya juga 'jatuh' siapa menduga bisa cinta.

Sayangnya, Kenny sudah punya tunangan. Seorang gadis dari anak orang yang berpunya. Memiliki banyak kesamaan. Sama-sama punya agama sama, berwajah oriental.  Tapi, Kenny tak memiliki ruang perasaan untuk sang tunangan.

Fidya, rupanya lama-lama termakan virus yang terus diikhtiarkan Kenny. Namun ia masih mempertanyakan keseriusan Kenny yang katanya tertarik dengan Islam. Kenny benar-benar ingin masuk Islam? Atau masuk Islam karena ingin merampok hatinya?

Sementara bapak Fidya, ingin sekali melihat anaknya bersanding dengan Fahri (Miqdad Addausy). Pria sholeh, rupawan dan mau rampung kuliah di Turki.

Fidya punya kecenderungan.

China. Pindah agama. Dua isu yang disodorkan film garapan sutradara Deni Pusung. Sempat deg-degan dengan isu sensitif ini. Khawatir jadi bahan perisakan massal. Tapi setelah mengunyahnya, cenderung aman.

Agak kesal dengan adegan 'ujug-ujug masuk mushola atau masjid'. Saat dikejar debt collector, Kenny masuk mushola dengan melepas sepatu. Padahal dalam keadaan sangat panik. Idealnya, kalau panik langsung masuk saja nggak perlu lepas sepatu. Lha wong, di dunia nyata aparat yang nggak panik-panik amat, nggak ada acara lepas sepatu saat ngejar-ngejar orang di mushola.

Sementara, ketika 'mengejar' Fidya yang masuk masjid, Kenny tidak melepas sepatu hingga ia ditegur oleh takmir. Benar-benar antara cinta itu buta atau sengaja menyindir apa yang terjadi belakangan ini.

Pun ketika Fidya minta izin ke temannya untuk sholat dulu---tugas aksi sosialnya ia serahkan ke temannya. Dari lokasi aksi sosial ke masjid tampaknya jauh sekali. Padahal ketika scene Fidya yang sedang naik bentor dikejar motor Kenny, tampak sekali ada masjid yang dilewati. Tapi sutradara tampaknya sengaja memaksakan menggunakan masjid terbesar di sana sebagai latar bahwa ini di Medan.

Menarik untuk disaksikan film yang kini dua pemerannya jadi sepasang suami istri, meski harus menunggu lama kapan si Kenny mengucapkan dua kalimat syahadat.

#reviewFilm
@paramuda
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search