UAS Luncurkan Dua Buah Buku, Ada Soal "3 Juta Orang Umrah"

- September 07, 2019

Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) termasuk Ustaz yang jadwal ceramahnya padat. Meski demikian ia sempat menelurkan sebuah karya tulis.

UAS meluncurkan dua buku berjudul “66 Tanya Jawab Umrah“ dan “35 Kisah Saat Maut Menjemput” dalam rangkaian kegiatan UAS Press di Indonesia Islamic Book Fair, Sabuga Bandung, Sabtu (7/9).

Acara peluncuran tersebut, diselenggarakan atas kerja sama Badan Wakaf Salman ITB, Aman Palestin Indonesia, dan Sahabat UAS.

Dua buku tersebut ditulis selama sebulan penuh. Selama itulah, ia tidak mengisi pengajian, memberikan tausiah, atau tablig akbar di manapun. Karena, pemikirannya selama sebulan difokuskan untuk dua buku tersebut.



Ia menyatakan mengalami kesulitan terbesar dalam penulisan buku adalah waktu. Karena, dia kekurangan waktu, dengan jamaah begitu banyak yang membutuhkan tausiyah.

"Makanya dalam waktu sebulan itu, saya khususkan bisa menulis buku ini dan sampai target," kata UAS.

Buku “66 Tanya Jawab Umrah“, terinspirasi saat dirinya berada di bandara. Setiap mengunjungi bandara untuk melakukan perjalanan, UAS selalu saja menemukan kelompok orang berseragam yang akan menunaikan ibadah umrah.

"Artinya ekonomi di kita ini sudah maju dan umrah ini tidak putus. Setahun bisa ada 3 juta orang pergi umrah," katanya.

Dia ingin mereka dibekali pengetahuan tentang umrah, di tanah suci diisi ibadah, dan saat pulangnya ada efek. "Jangan terjebak hanya shopping," kata UAS. 

Buku tersebut berisi tentang berbagai pengetahuan seputar ibadah umrah. Buku disusun dengan konsep tanya-jawab supaya lebih praktis dibaca dan dipahami. "Buku ini untuk siapapun yang dalam hatinya ada kerinduan untuk melihat Kabah," katanya.

Sementara buku “35 Kisah Saat Maut Menjemput”, berisi kumpulan kisah anbiya, sahabat nabi, para imam, orang-orang sholeh, sampai pelaku dosa, dan menjelang ajal mereka.

Kisah tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian, supaya istri akan bisa menerima kematian suami, suami menerima kematian istrinya, anak menerima kematian orang tuanya, terpenting adalah kesiapan diri sendiri menghadapi kematian.

Namun, kata dia, bukan berarti kita akan kehilangan semangat hidup karena membaca buku ini. Tapi, bagaimana kita mencari rezeki di dunia dengan orientasi akhirat.

"Supaya bisa kaya, kemudian bisa bangun masjid, membantu orang sekolah, membangun bangsa, untuk bekal nanti di akhirat," katanya.

UAS sangat ingin membuat buku dengan tema lainnya setelah menyelesaikan dua buku tersebut.

"Dalam kepala ini berkecamuk bikin buku, menulis 40 hadis pilihan, tafsir juz ’Amma, kisah orang-orang saleh, tapi masih terbentur waktu," katanya.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search