"Tujuan Saya Membaptis Orang Sunda"

- September 13, 2019
Namanya adalah Ahmad Kainama, seorang pembina mualaf di Masjid Sunda Kelapa Jakarta. Sebelum memeluk Islam, nama dia adalah Agustinus Christovel Kainama. Ia mengaku tidak malu memiliki nama itu walaupun banyak sekali yang tidak senang ketika masuk Islam menggunakan nama ini. 

"Saya lulus dari sekolah teologia yang ada di Jakarta, sekolah yang dipersiapkan untuk menjadi pelayan di rumah ibadah Kristen Protestan," kata pria dari Ambon itu beberapa waktu lampau.

Meskipun tidak semua lulusan yang bergelar S.Th menjadi seorang pendeta. Protestan di Indonesia sangat ketat untuk bisa berdiri di mimbar gereja. Luar biasa seleksinya. Allah izinkan dia lolos seleksi menjadi pendeta dan tersertifikasi. Ia mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Bible yang ditulis langsung di Haifa, kota yang jaraknya sekitar satu jam dari Tel Aviv, Israel. Karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik, ia lewat Jordania. Dari Jerusalem dua jam 15 menit, jadi ia belajar bolak-balik. Dari Haifa ke Jerusalem. 

"Dan ini ada yang bayari, bukan gratis ada yang sponsori," kata dia.

Selesai dari Haifa, ia pulang ke Indonesia. Ia ditahbiskan, disahkan, diangkat menjadi pelayan Tuhan. Ini valid dan dia bertanggung jawab. Setelah pentahbisan, wilayah kerja dia adalah Jawa Barat. Shinode Jawa Barat II. Shinode adalah sebuah lembaga perkumpulan pengurus besar majelis jemaat.

"Tujuan saya ditempatkan di Jawa Barat adalah membaptiskan orang Sunda," kata dia, membaptiskan maksudnya melakukan kristenisasi.

Setelah itu ia diberangkatkan ke negeri Belanda tepatnya di Leiden. Ia selesai dan tidak pernah di DO. Tesisnya diterima dan pulang ke Indonesia. Sebagai seseorang yang telah selesai pascasarjana dengan gelar Master Theologia Liturgy. 

Setelah itu pergi lagi ke Haifa, Israel. "Sepulang dari Haifa saya bersyahadat," ungkap dia. Baca: 
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search