Rezim Esemka Melawan Anak SMK

- September 25, 2019
"Saya yakin ini akan laku," begitu kata Presiden Joko Widodo ketika meresmikan pabrik mobil Esemka, PT Solo Manufaktur Kreasi, yang berlokasi di Boyolali. Presiden meyakini mobil karya anak negeri ini akan mampu bersaing di pasar otomotif nasional.

"Saya tidak ingin memaksa bapak atau ibu di sini untuk beli. Tetapi saya sudah lihat, membuka, dan mencoba mobil ini, memang wajib kita beli mobil Esemka ini. Kalau beli barang dari produk lain ya kebangetan, apalagi produk mobil impor," jelas dia pada awal September lalu.

Rezim sekarang tak perlu diragukan lagi atas ragu-ragunya dalam menghadapi permasalahan bangsa. Esemka hanya pemanis yang timbul tenggelam. Kini revisi KPK dan RUU KUHP menjadi boomerang bagi rezim ini.

Setelah mahasiswa yang melakukan demo besar-besaran di berbagai tempat di Indonesia selama dua hari, kini anak STM atau SMK yang melaksanakan aksi.

Puluhan pelajar SMA dan SMK berunjuk rasa di depan Gedung DPR, Rabu (25/9). Para pelajar itu mengaku ingin melanjutkan perjuangan para mahasiswa yang berdemo kemarin, Selasa (24/9).

Para pelajar itu didominasi dari sekolah di luar Jakarta. Dari seragam yang dikenakan, mereka berasal dari sejumlah sekolah menengah di Tangerang, Pandeglang, dan sekitarnya.

Perlawanan mahasiswa pada saat aksi dan melawan polisi belum berakhir, dilanjutkan dengan adik-adiknya yang anak SMK. Rezim Esemka melawan anak SMK.

"Soekarno melawan TNI AD dan Amerika. Soeharto melawan mahasiswa dan IMF. Jokowi dan DPR melawan anak STM," kata orang di balik film dokumenter fenomenal The Sexy Killers, Dandhy Laksono.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search