Penjelasan Ust Tengku Zulkarnain Soal Wisata Halal yang Dianggap Islamisasi

- September 09, 2019
Beberapa tahun yang lalu Bali sempat bergejolak kecil, karena ketua Umum MUI Pusat, KH Ma'ruf Amin yang kini bakal jadi Wakil Presiden RI, mengemukakan perlunya "wisata halal" digalakkan di Bali. Gejolak kecil itu karena ada sekelompok orang yang menolaknya. Tapi penolakan itu sirna seiring dengan adanya penjelasan apa itu wisata halal.

Baru baru ini ada himbauan agar "wisata halal" digalakkan di Danau Toba dan sekitarnya. Mendadak ada sekelompok kecil orang yang berdemo menolak wisata halal itu.

Apakah wisata halal?

Pendakwah nasional Ustaz Tengku Zulkarnaen menyebutkan bahwa wisata halal bukan upaya umat Islam untuk mengislamisasi suatu daerah, atau mengubah tradisi budaya setempat, apalagi menghapuskannya. 

"Justru turis yang datang ke sana, selain ingin menikmati indahnya wilayah Toba juga ingin melihat langsung suguhan kebudayaan asli wilayah itu. Kami sebagai anak Medan, sudah mengunjungi Danau Toba di tahun 1976 yang lalu dan sering ke sana bersama anak dan istri kami," kata Ustaz Tengku di Medan beberapa waktu lalu.

Sebagai muslim, kata dia, tentu para turis ingin ibadah mereka sehari-hari tetap terjaga dan mendapatkan makan dan minum yang halal pula. Apalagi itu merupakan hak yang dilindungi oleh UUD 1945.


"Setelah Undang Undang Negara tentang Jaminan Produk Halal nomor 33 tahun 2014 ditandatangani, maka menjadi jelaslah hak warga negara untuk mendapatkan makanan, minuman, obat obatan, serta kosmetika yang halal. Pemerintah melalui BPJPH wajib memberikan sertifikat halal atas semua produk tadi setelah mendapatkan FATWA HALAL dari MUI Pusat," ungkap dia.

Oleh karena itulah gerakan "wisata halal" layak digalakkan di seluruh daerah se Indonesia. Penolakan oleh segelintir orang yang tidak paham adalah karena ada kecurigaan bahwa "wisata halal" itu merupakan bentuk ISLAMISASI. Ini jelas sangat keliru alias tidak benar.

"Adalah menjadi hak bagi turis muslim mendapatkan fasilitas halal. Apalagi sering diungkapkan 'tamu adalah raja'. Kedatangan turis merupakan pemasukan devisa bagi negara menguntungkan penduduk lokal.. Perlu dicatat, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, bahkan China sudah mulai menggiat wisata halal ini. Kenapa kita tidak?" kata dia.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search