Kalimat Tauhid dan Pertemuan Anies Saat Kelas 3 SMA dengan BJ Habibie

- September 11, 2019
"Laailaha illallah...Laailaha illallah...Laailaha illallah..."

Kalimat tauhid itu menggema di Rumah Jenazah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/9) malam.

Orang-orang berseragam merah itu menggotong jenazah almarhum Presiden Ketiga RI BJ Habibie.

Di antara kerumunan itu, ada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Anies mengungkapkan jasa BJ Habibie yang sangat besar dalam perkembangan kebebasan pers Indonesia dalam masa kepemimpinannya melalui UU 44 tahun 1999 tentang Pers.

“Media massa, jurnalistik berhutang budi pada pak Habibie. Beliau yang membuka dan membuat kita semua merasakan adanya kebebasan jurnalistik seperti yang kita rasakan hari ini. Bukan saja bapak demokrasi, tetapi juga beliau orang yang paling berjasa dalam membuat dunia pers menjadi bebas seperti sekarang ini. Jadi kita berhutang budi,” ungkap Anies.

Anies mengenang pertemuan pertama dengan almarhum BJ Habibie ketika duduk di kelas 3 SMA.

Saat itu,  Anies berangkat dari Yogyakarta menuju Jakarta untuk mewawancarai B.J. Habibie yang menjabat sebagai Menristek di kantornya. Anies menyebut momen tersebut sebagai pengalaman yang tak terlupakan dan silaturahmi terus bersambung bahkan sampai Anies mengabdi saat ini di Balai Kota.



“Pengalaman kita, semua jutaan rumah tangga di Indonesia, selama bertahun-tahun orang tua mengingatkan anak-anaknya. ‘Nak, belajar yg rajin, biar bisa seperti Pak Habibie.’ Pak Habibie itu inspirasi bagi jutaan rumah tangga, jutaan anak-anak Indonesia,” ujar Anies.

Anies juga menyebut BJ Habibie telah memberikan contoh baik dari seseorang yang sudah bekerja di Jerman dengan posisi amat baik lalu memilih untuk pulang ke Tanah Air. Bahkan kembalinya Habibie ke Indonesia di awal 70-an justru pada saat Indonesia baru merangkak. 

Anies mengatakan kembali Habibie sebagai sosok suri teladan bagi masyarakat agar ilmu pengetahuan yang didapat harus bisa diwariskan kembali bagi bangsa kita dan ditinggalkan melalui kebermanfaatan di berbagai sektor.

“Indonesia berduka. Kita semua berduka. Kami berduka. Insya Allah kami percaya pak Habibie dimuliakan di sisi Allah dan amal jariah luar biasa panjang. Betapa banyak anak-anak yang dididik oleh Pak Habibie, ribuan anak-anak yang disekolahkan oleh Pak Habibie untuk pendidikan yang luar biasa tinggi dan peran yang amat berjasa. Kita semua kehilangan,” ucap Anies.

Advertisement

1 komentar:

avatar

inna lillahi wa inna ilaihi roji'un smg amal ibadah diterima Allah SWT, smg ditempatkan disisi Allah SWT aamiin Ya Robbal alamiin


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search