Dialah UAS 1996

- September 23, 2019


Anak muda yang sedang duduk di atas motor itu berambut agak gondrong, bercelana jeans, berjam tangan dan berkemeja lengan pendek.

Laki-laki berparas khas melayu itu bukanlah perayu. Dia bukanlah perangkai kata yang jago menggombali anak gadis orang, yang lemah hanya karena keberatan sebuah rindu. 

Tidak. Ia tak serendah itu. Ia perangkai kata-kata agar membuat orang hidupnya tertata.



Di depan purna Musabaqah Tilawatil Quran itu sedang gairah-gairahnya belajar. Juga mengejar ilmu agama di tanah para anbiya.

Dia bukanlah Dilan 1990 atau Dilan 1991. Dialah Abdul Somad muda 1996.

Laki-laki mengingatkan tentang perumpamaan hidup dan naik motor.

"Hidup ini seperti naik motor, mesti ada gas agar tetap jalan, tapi rem juga penting, supaya tidak kebablasan," tutur dia.

"Jaga keseimbangan, agar terus berjalan. Rame-rame Iebih seru, karena bersama Iebih indah," ungkap dia lagi.

Dia adalah UAS 1996.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search