Agustinus Christovel: Saya Mencintai Yesus, Maka Saya Masuk Islam

- September 13, 2019
Agustinus Christovel Kainama melakukan pendidikan kembali di Haifa, Israel untuk memperdalam Bible. Haifa kedua ini tidak seperti Haifa yang pertama. Ia belajar TANAKH. Tanakh adalah singkatan dari Torah - Nevi'im - Ketuvim. Ini adalah bagian-bagian penting dari kitab saudara-saudara kita di Kristen Protestan dan Katolik. 

Torah adalah kitab Taurat. Hukum, tatanan beribadah, tatanan kehidupan dan bermacam-macam. Lalu yang kedua, Nevi'im artinya kitab para nabi, itu dibagi lagi ada nabi besar ada nabi kecil. Lalu yang ketiga adalah Ketuvim, kitab-kitab pujian termasuk di dalamnya kitab Zabur--yang dikenal oleh kaum muslimin dan muslimat, atau di sana istilah Mizmar, kalau orang Kristen di sini menyebut kitab Mazmur. 

Ia tidak hanya membaca tapi juga mempelajari di tempat kitab itu ditulis. Di pelajaran kedua ia memiliki misi yang sangat penting, bukan cuma berangkat tapi ada pesan yang harus ia bawa. Mencari tahu siapa itu Jesus Christ. Apakah ia sama dengan Isa alaihissalam yang sering digembar-gemborkan umat Islam sebagai nabi orang Islam. Apakah dua nama ini orangnya satu. Ternyata bukan cuma dua orang tapi tiga nama orangnya satu.

"Tiga nama itu memberikan informasi bahwa tidak ada cara lain. Sekali lagi tidak ada cara lain di muka bumi ini jika engkau ingin mengungkapkan cinta ke Penciptamu selain mengikuti seorang laki-laki yang bernama mem-khet-mem-dalet. Muhammadim. Muhammad yang memiliki kemuliaan bagi dia. Dan ini ada dalam pelajaran yang saya pelajari," ungkap dia.

Dalam bahasa Ibrani, akhiran im digunakan untuk menyatakan jamak atau agung. Sebagaimana kata Elohim yang pada dasarnya adalah kata Eloh ditambah akhiran im. Eloh adalah Allah dalam bahasa Ibrani.

"Saya ketika itu tidak pernah membaca buku keislaman. Saya harus menjaga jarak dengan Islam karena saya bukan seorang Islam. Saya tidak mau terkontaminasi dengan buku-buku Islam. Saya tidak mau membuka dialog dengan orang Islam nanti saya terganggu. Semua pengetahuan saya tentang Rasulullah SAW saya dapat dari Bible. Kalau saya tidak ikut (Muhammad) saya akan gila. Pernyataan dari seorang laki-laki yang dulu saya anggap Tuhan (Yesus, tentang Muhammad). Sampai sekarang saya masih mencintai dia (Isa), saya masih mengasihi dia. Caranya jika saya mencintai Rasulullah maka otomatis saya mencintai Yesus," tegas dia.

Dari perjalanan menuntut ilmunya ia makin meyakini bahwa Isa bukanlah seorang juru selamat atau Tuhan. "Dia adalah seorang muslim," ujar Agustinus Christovel Kainama.

Pada bulan suci Ramadhan beberapa waktu lampau, Ahmad Kainama pun mengucapakan dua kalimat syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa. Kini ia bernama Ahmad Kainama.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search