Yang Dibungkam dari Sejarah Islam di Amerika

- Agustus 01, 2019
Muslim datang ke Amerika lebih dari satu abad sebelum Protestan, dan dalam jumlah besar. How was their history forgotten?

Untuk bisa berkomunikasi dengan pusat perdagangan di Eurasia, Christopher Columbus menggunakan penerjemah dari seorang Yahudi Spanyol. Penerjamah berbicara kepada TaĆ­no dari Hispaniola, dalam bahasa Arab.

Bukan hanya bahasa Arab yang identik dengan Islam, tetapi agama itu sendiri tiba di Amerika pada tahun 1492, lebih dulu 20 tahun dari Martin Luther, teolog yang berpengaruh dalam Reformasi Protestan.

Moor, Muslim Afrika dan Arab, telah menaklukkan sebagian besar semenanjung Iberia pada 711 M, membangun budaya Muslim yang berlangsung hampir delapan abad.


Awal 1492, Raja Spanyol Ferdinand II dan Isabella menyelesaikan Reconquista (penaklukan Iberia oleh kerajaan Kristen dari Muslim Moor), mengalahkan yang tersisa dari kerajaan Muslim Granada.

Pada akhir abad ini terjadi Inkuisisi, dimulai seabad sebelumnya, memaksa 300.000 hingga 800.000 Muslim untuk pindah agama menjadi Kristen.

Inkuisisi bertujuan untuk memelihara ortodoksi Katolik di Spanyol.

Katolik Spanyol mencurigai para Moriscos atau orang-orang yang mempraktikkan Islam secara rahasia, dan Inkuisisi mengejar dan menganiaya mereka.

Sebagian ada yang terpaksa masuk Katolik, sebagian lain berlayar meninggalkan wilayah dan membawa Islam dalam hati serta pikiran mereka.

Padahal awalnya, Spanyol relatif damai, tetapi selanjutnya terjadi kekerasan anti-Islam dan anti-Yahudi, sehingga banyak umat Islam dipaksa pindah agama menjadi Katolik atau eksodus.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search