Waktu Sholat Dhuha yang Paling Disukai Rasulullah

- Agustus 27, 2019
waktu sholat dhuha

Ada waktu sholat dhuha yang paling disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebab di saat itu, pintu langit terbuka. Kapankah waktu itu?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengerjakan sholat dhuha empat rakaat atau enam rakaat. Sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dari Mua’dzah.

Aku pernah bertanya kepada Aisyah, “Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat dhuha?” Ia menjawab, “Ya, empat rakaat dan menambah sekehendak beliau.” (HR. Muslim)

Anas bin Malik, seperti dikutip Imam Tirmidzi dalam Syamail Muhammadiyah, meriwayatkan bahwa Rasulullah mengerjakan sholat dhuha enam rakaat.

Lalu kapan waktu sholat dhuha yang paling disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?

Abu Dawud dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Ayyub Al Anshari.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka (sholat) empat rakaat sebelum Zhuhur saat matahari tergelincir. Lalu aku bertanya, “Wahai Rasulullah, Anda suka (sholat) empat rakaat ini saat matahari tergelincir.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka saat matahari tergelincir dan tidak ditutup hingga sholat Zhuhur ditunaikan. Karena itu aku ingin pada saat itu kebaikanku naik ke sana.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah; shahih)

Hadits ini diletakkan Imam Tirmidzi dalam bab Sholat Dhuha di kitab Syamail Muhammadiyah. Kemudian beliau menambahkan hadits yang diriwayatkannya dari Abdullah bin As Saib.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sholat empat rakaat setelah matahari tergelincir (ke arah barat) sebelum Zhuhur. Dan beliau bersabda, “Sungguh, waktu tersebut adalah waktu ketika pintu-pintu langit dibuka. Maka aku senang apabila pada waktu tersebut amal shalihku naik.” (HR. Tirmidzi; shahih)

Waktu yang disukai Rasulullah ini juga merupakan waktu sholat dhuha terbaik ini juga merupakan waktu sholatnya para awwabin.

Zaid bin Arqam melihat orang-orang melaksanakan sholat dhuha di masjid Quba. Ia lantas mengatakan, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

Syaikh Musthafa Al Bugha dalam Nuzhatul Muttaqin menjelaskan, waktu sholat dhuha dimulai sejak matahari beranjak tinggi sampai matahari mendekati posisi tengah. Tapi, yang paling utama adalah saat matahari meninggi dan sudah terasa panas. [Muchlisin BK/Alumni212]

*Pembahasan lengkap sholat dhuha mulai dari keutamaan, niat hingga tata cara bisa dibaca di artikel Niat Sholat Dhuha
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search