Pertanyaan Rasulullah SAW Pada Bilal Saat Waktu Subuh

- Agustus 07, 2019
Photo by Jaanus Jagom├Ągi on Unsplash
Dari Abu Hurairah r.a., ia bercerita, “Rasulullah saw. bertanya kepada Bilal pada waktu sholat Subuh: 'Wahai Bilal, katakanlah kepadaku amal apakah yang paling bisa kauharapkan manfaatnya dalam Islam yang telah engkau kerjakan, karena tadi malam aku mendengar suara terompahmu di depanku di surga?” 

Bilal menjawab, “Aku tidak melakukan amal yang paling aku harapkan manfaatnya dalam Islam. Setiap kali aku bersuci secara sempurna, malam maupun siang, aku kerjakan shalat selain yang diwajibkan Allah untuk aku kerjakan." (Shahih Bukhari, Nomor 1149 dan Shahih Muslim 1910).

Kandungan hadits di atas adalah:

1. Nabi Saw. tidak mengetahui yang gaib kecuali apa yang diberitahukan Allah kepadanya. 

2. Fadhilah wudhu dan shalat sesudahnya. 

3. Kalimat: 'Sungguh tidaklah aku bersuci secara sempurna baik di waktu malam maupun siang, kecuali dengan bersuci itu aku kerjakan shalat,’ ini digunakan sebagai dalil oleh mereka yang berpendapat bahwa setiap shalat yang memiliki sebab itu boleh dikerjakan meskipun pada waktu makruh shalat. 

4. Bersuci di sini bisa berarti dua hal: mandi dan wudhu. 

Dalam hadis di atas terkandung dalil bahwa Allah Swt. memberikan balasan yang besar terhadap amal yang dirahasiakan oleh hamba antara dirinya dengan Tuhannya, dan tidak dilihat oleh siapa pun. 

6. Bilal r.a. tidak menyadari apa yang telah disediakan oleh Allah untuk dirinya kecuali setelah Nabi memberitahunya. 

7. Shalat adalah amal yang paling afdhal sesudah iman. 

8. Shalat ghadah adalah shalat fajar. Ghadah adalah salah satu nama shalat fajar. 



9. Amal saleh, apapun jenisnya, bisa diharapkan dapat bermanfaat bagi pelakunya pada hari kiamat kelak. 

10. Janganlah engkau remehkan amal apa pun yang engkau persembahkan untuk dirimu sendiri. Terimalah amal kebaikan dan pertahankanlah, meskipun kecil, karena bisa jadi Allah menerima amal itu dan mengangkatmu karenanya.

11. Hadits ini terkandung kabar gembira bahwa ia akan masuk surga.

12. Keutamaan dan kemuliaan yang besar bagi Bilal ra. 

13. Kalimat: 'Pada saat sholat fajar', mengandung isyarat bahwa kabar itu terjadi dalam mimpi karena salah satu kebiasaan Nabi adalah menceritakan mimpi yang dilihatnya dan menakbirkan mimpi yang dialami oleh para sahabat setelah sholat fajar.

14. Kalimat: 'bi arja 'amalin', menggunakan bentuk tafdhil (superlatif) yang mabni majhul. Menyambungkan amal dengan raja' (harapan) karena harapan merupakan sebab yang mendorong amal.

15. Kalimat: 'khasfya' na'laika', berarti suara. Alkhasyaf adalah gerakan tangan.

16. Kalimat: 'thahuran tamman', adalah penegasan bahwa Bilal melaksanakan wudhu sempurna, bukan hanya membasuh wajah dan kedua tangan untuk mengusir kantuk misalnya.

17. Yang jelas adalah bahwa amal yang ditanyakan oleh Nabi saw. sebagai amal yang paling diharapkan adalah amal sunnah.

18. Bolehnya ijtihad untuk membatasi waktu ibadah, karena Bilal berhasil mencapai apa yang telah dijelaskan atas berdasarkan istinbath, lalu dibenarkan oleh Nabi Saw.

19. Bertanya kepada orang-orang sholeh tentang amal yang ditunjukkan Allah kepada mereka adalah untuk diteladani oleh orang lain.

20. Pertanyaan guru tentang amalan muridnya untuk memberi motivasi dan mendorongnya jika amal itu baik. Jika tidak, maka untuk melarangnya jika salah.

21. Mimpi para nabi adalah wahyu dalam kebenaran.

22. Sunnah untuk melanggengkan thoharoh dan hendaklah seseorang selalu dalam keadaan suci setiap saat.

23. Pada dasarnya masuk surga adalah karena rahmat Allah dan pembagian derajat itu berdasarkan amal.

24. Surga itu sudah ada sejak sekarang tidak seperti kaum mu'tazilah yang mengingkari hal ini.

25. Bilal ra, tidak membatasi berapa jumlah sholat sunnah yang dikerjakannya.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search