Inilah "Pembunuh Berdarah Dingin" yang Mengincar Anies

- Agustus 14, 2019
Politisi Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengungkapkan segala kritikan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan disebut sebagai perhatian publik.

"Itulah sejatinya kepala daerah, karena urusan publik yang dibebankan kepadanya. Bahwa ada yang mem-bully biasa. Kami aja, jadi oposisi diteriakannya luar biasa," ujar Mardani pada Selasa malam, 13 Agustus 2019.

"Itu kalau kita lebih cerdas melihatnya bagian rasa dari perhatian publik. Era sekarang ini biasa kerjaan kita dikritik."

Anies seyogyanya, kata dia, tidak lagi memikirkan tantangan banjir dan macet. Namun, memikirkan ke depan Jakarta sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi dengan modal komunikasi.

"Mas Anies tidak bisa lagi memikirkan tantangan banjir dan macet, tetapi jadikan Jakarta motor utama pertumbuhan ekonomi. Modalnya utamanya komunikasi," ujarnya dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di tvOne, dengan tema Anies Baswedan di Pusaran "Bully".



Anies, menurut Mardani, mampu memetakan masalah. Soal kesehatan, misalnya, di Jakarta, BPJS hampir 98 persen. "Hampir tidak ada konflik sosial dan ketegangan. Modal kedua, ia mampu melihat memetakan masalah," ujarnya.

Terkait pencapresan 2024, Mardani menyebutkan, hal itu adalah pembunuh berdarah dingin untuk Anies sendiri. Seharusnya, Anies fokus bisa melakukan apa yang bisa ia lakukan untuk Jakarta.

"Itu pembunuh berdarah dingin. Jangan pikirkan 2024, kita pikirkan apa yang dilakukan hari ini. Perkuat pelayanan," kata Mardani.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search