Ini Alasan Bekasi Pengin Jadi Jakarta Tenggara?

- Agustus 21, 2019

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan spot budaya Dukuh Atas pada akhir pekan lalu.

"Alhamdulillah, pagi tadi Spot Budaya Dukuh Atas, resmi dibuka untuk warga. Harapannya ini menjadi tempat berkumpul. Bagaimana membuat masyarakat berinteraksi, maka kami siapkan ruang seperti ini, ada ciri ruang ketiga yakni kesetaraan, insyaAllah tempat ini akan menyesetarakan semua," kata dia melalui media sosial.

Ia menjelaskan bahwa Spot Budaya Dukuh Atas terdiri dari lima bagian. Ada kawasan Taman atau Hutan Tropis Mini sebagai ruang penghijauan. Lalu Spot Seni Budaya untuk ruang untuk aktivitas seni dan kebudayaan, seperti musik, stand up comedy, dan lain-lain.

Di samping itu juga terdapat Skate Park untuk tempat aktivitas olahraga skateboard, sepatu roda dan sepeda BMX. Di sisi atas trotoar ada lubang bertutup kaca sebagai Spot Edukasi. Manfaat Spot Edukasi sebagai media pembelajaran masyarakat untuk mengetahui pemanfaatan ruang bawah tanah sebagai penempatan jaringan utilitas, seperti fiber optic, gas, jaringan air bersih, jaringan air limbah, dan listrik kota.

"Terakhir, hal yang paling menarik bagi masyarakat yang berkunjung kesana tentu saja bagian Anjungan Pandang, dimana pengunjung bisa berswafoto dan menikmati pemandangan Kawasan Dukuh Atas. Proses pembangunan Spot Budaya Dukuh Atas ini dikerjakan sejak Maret 2019, melibatkan tidak hanya Pemprov DKI Jakarta tapi juga dari pihak swasta, dan teman-teman dari berbagai komunitas. Apresiasi kepada semua yang telah bekerja mewujudkan satu lagi ruang publik di Jakarta ini," kata Anies.



Unggahan Anies itu mendapatkan tanggapan warganet yang iseng mengeluarkan pernyataan. "Pantes Bekasi ingin menjadi bagian dari Jakarta dengan menjadi Jakarta Tenggara," kata akun Ridwan Budiman.

Sebelumnya, muncul wacana Bekasi akan masuk provinsi Jakarta. Wacana muncul sebagai bentuk ketidaksetujuan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terkait rencana Wali Kota Bogor Bima Arya tentang pemekaran wilayah Bogor menjadi provinsi.

Walikota Bekasi tersebut menegaskan, dilihat dari berbagai hal, Bekasi lebih banyak kemiripan dengan Jakarta jika dibandingkan dengan Bogor. Inilah yang menjadikan dirinya berpendapat bahwa pihaknya lebih memilih bergabung dengan Jakarta daripada Bogor.

"Secara kultur, Bekasi lebih identik dengan Jakarta. Budayanya, bahasanya Betawi, sukunya Betawi, Polresnya ke Polda Metro Jaya, kodimnya ke Jayakarta, hanya administratifnya saja (yang terpisah dari Jakarta)," jelas Rahmat Effendi.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search