Tirto Digugat Gara-gara "Haji Tidak Harus di Mekkah"

- Juli 29, 2019
Media arus utama Tirto mengunggah sebuah tayangan video soal Mekkah-Madinah di Indonesia. Dalam video dikisahkan Pak Tirto sedang berangkat haji namun tak perlu antre.

"Saya nggak perlu ngantre, Pak!"

"Jalur istimewa nih ya?"

"Mmm...nggak juga. Haji saya ini nggak perlu ke Tanah Suci hehe,"

"Mana bisa disebut haji kalau nggak ke Tanah Suci?"

Disebutkan kalau ziarah ke Demak jika ziarah 7 kali setara dengan naik haji ke Tanah Suci, pelakunya disebut 'Kaji Blangkon'. Kalau ziarah sebanyak 40 kali di Makam Imogiri Mataram, Yogyakarta setara dengan naik haji ke Tanah Suci dan beberapa tempat lainnya.

Unggahan sarkasme itu mengundang kritik dari warganet penganut agama Islam.

"Bapak2  yang terhormat di Majelis Ulama, Muhammadiyah, apa mau didiamin aja nih postingan model kek begini? Sejak kapan perintah naik haji ada alternatifnya? Sampai kapan syariat kita diobok2 terus?" kata selebtweet Vierda.

"Tidak ada tuntunan dan dalil nya. Baik dari Alquran maupun hadis nabi SAW. Kewajiban haji adalah kewajiban melaksanakan rukun Islam ke -5. Bagi sesiapa yg mampu hukumnya wajib untuk melaksanakan haji ke baitulllah di makkah sebagai pemenuhan rukun Islam," kata warganet bernama Syarif Hidayatullah.

"Orang sekuler dan marxis memang ingin merobohkan sekat2 sosial, budaya dan agama dari kehidupan manusia, dan target yg paling pertama adalah agama, karena agama paling sulit untuk dirobohkan, setelah itu berhasil maka sosial budaya cuma membalikkan telapak tangan," kata akun Rifil Sardana.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search