Menristek Minta Kampus Data Akun Medsos Mahasiswa

- Juli 26, 2019
Setiap kampus diminta untuk mulai mendata akun media sosial mahasiswa baru, dosen, hingga pegawainya untuk mencegah penyebaran radikalisme. Hal tersebut ditegaskan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

"Saya ingin pendataan dosen, pegawai, juga mahasiswa, siapa yang terpapar radikalisme. Jangan sampai terjadi radikalisme yang marak terjadi sekarang," kata Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir, di Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019).

Hal itu dilakukan juga untuk memberikan pemahaman terus menerus terkait Pancasila dan bela negara. Dalam praktiknya, kampus hanya akan sebatas melakukan pendataan saja.



Ia menyebut tak akan membatasi kebebasan berpendapat seluruh kalangan kampus. Mereka akan tetap bebas menyampaikan kritik, saran, atau segala bentuk pendapat. "Yang nggak boleh itu, 'mari kita gerakan khilafah di Indonesia'. Ini akar radikalisme, ini satu contoh saja," kata Nasir.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search