Mahfud MD di ILC: Saya Berkali-kali Membela Neno

- Juli 03, 2019
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai persoalan sengketa Pilpres yang disidangkan beberapa waktu lalu. Setiap pelanggaran yang terjadi, kata dia, telah dijatuhkan sanksi.

Dalam pemilu, kata dia, setiap pelanggaran harus dijatuhkan sanksi. "MK telah melakukan itu. MK menolak eksepsi dari terkait dan termohon. Selain itu, menilai satu persatu dalil yang disangkakan, itu sudah pengadilan kualitatif," kata Mahfud di acara ILC pada Selasa (2/7/2019) malam.

Adanya bukti soal kecurangan itu telah diakui MK. Namun, itu diselesaikan oleh lembaga lain seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

"Ada bukti itu diakui, bukti itu ada, tetapi telah diselesaikan Bawaslu. Jangan dikira, pelanggaran kecil kok dibiarkan. Setiap pelanggaran kecil pun diadili. Jadi, pakai signifikan, kalau tidak diserahkan ke lain," ucapnya.

Apabila terjadi kecurangan itu dilakukan sporadis di bawah, maka dikembalikan ke hukum aslinya. Dalam pemilu akan dihukum KPU dan Bawaslu, oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) dan Bawaslu. "Saya berkali-kali membela, Neno Warisman itu di Pekanbaru ditolak karena makar, saya bilang tidak ada makar," ungkapnya.

"Kalau kecurangannya lima, menangnya seribu, lalu dibatalkan, tidak bisa. Dihukum? Ya dihukum, banyak juga yang dipenjara," kata dia
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search