Cara Menjawab Mereka yang Nilai Anies Rasis "Impor Tiongkok"

- Juli 20, 2019


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai rasis oleh peneliti Charta Politika Yunarto Wijaya.

"Bebas aja beda pendapat ttg instalasi bambu 550 jt ini wajar atau gak dibongkar dlm waktu 11 bulan.. Yg gak wajar ketika tiba-tiba yg punya gawean pake narasi "Pake Bambu supaya gak pake besi impor tiongkok"," kata Yunarto pada Sabtu (20/7/2019).



"Tapi menangnya emang dah pake SARA dari awal sih," kata dia menambahkan.

Sebelumnya Anies membandingkan kalau saja dirinya menggunakan karya seni dari bahan dasar yang lain, maka dana pengadaan bukan lari ke masyarakat. Karena itu ia lebih memilih bambu ketimbang bahan dasar seperti besi.

"Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu," kata Anies beberapa hari lalu.

Pernyataan Yunarto Wijaya mendapat tanggapan dari advokat PERADI, Dusri Mulya.

'Lu nggak bisa bedain Tionghoa (sebagai etnis) dengan Tiongkok (sebagai negara) ya?" kata dia.

'Yg disinggung Anies itu impor baja dari negara Tiongkok bukan etnis Tionghoa. Di mana SARAnya? Duh nalar oh nalar," kata Dusri lagi.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search