Untuk Wanita Hamil, Mengqadha Puasa Atau Bayar Fidyah?

- Juni 09, 2019

Oleh: Ustaz Abdullah Haidir, Lc.


Yang jadi bahan perdebatan cukup hangat adalah; Wanita hamil dan menyusui yang tidak berpuasa di bulan Ramadan, apakah dia mengqadha puasanya atau membayar fidyah? Atau qadha dan kafarah?

Hal tersebut karena wanita hamil dan menyusui yang tidak berpuasa, tidak disebutkan secara jelas dalam Al-Quran atau hadits apa yang seharusnya mrk lakukan. Maka para ulama berijtihad utk menetapkan ketentuan yang berlaku baginya.

Mayoritas ulama berpendapat bhw wanita hamil dan menyusui spt orang sakit biasa yg dpt sembuh dan pulih kembali, karenanya mereka berpndpat puasa yg ditinggalkan harus diqadha. Tdk cukup diganti dgn fidyah berupa makanan.

Bahkan ulama dalam mazhab Syafii dan Hambali berpendapat, jika wanita hamil dan menyusui tsb tdk berpuasa krn khawatir thd anaknya, bukan thd dirinya, maka selain qadha puasa, dia pun harus bayar kafarat dgn beri makan satu org miskin utk setiap hari puasa yg ditinggalkan.



Tapi ada juga sebagian ulama berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui yg tdak berpuasa, cukup baginya membayar fidyah berupa makanan saja, tanpa harus qadha. Pendapat ini merujuk kpd pendapat Ibnu Abas dan Ibnu Umar yg menganggap wanita hamil spt org tua renta.

Jika mudah baginya mengqadha puasa, maka lakukanlah qadha puasa. Jk terasa berat dia dapat mencicilnya setiap bulan sekian hari. Tapi jk terasa berat sekali, misalnya jika kehamilan terus menerus sekian tahun, maka wallahu a'lam, dapat beralih kpd bayar fidyah.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search