Tiga Jawaban Telak untuk Prof Nadir Pendukung 01, Soal Hadits Shahih "Jihad"

- Juni 03, 2019
Juru bicara capres 02 Dahnil Simanjutak mengutip sebuah hadits soal jihad pada Ahad (2/6/2019)

"Sebaik-baik jihad ialah berkata yang benar di hadapan penguasa yang zalim atau pemimpin yang zalim.” (HR. Abu Dawub, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pernyataan Dahnil itu direspons oleh profesor yang juga pendukung Jokowi Nadirsyah Hosen, "Bro @Dahnilanzar:
1. Karena salah satu rawinya ‘Athiyah lemah, maka hadits ini tdk sahih, hanya hasan.
2. “Berkata benar di depan penguasa”: ingat yah bukan berkata hoaks
3. “Penguasa zalim”: jadi yg dimaksud bukanlah penguasa yg dicintai 55% rakyat krn kinerjanya," kata dia.


Dahnil pun kembali menyanggah dengan mengatakan bahwa kekuasaan harus diingatkan dan dikritik itu hal standar dalam demokrasi pun dlm nilai-nilai Dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar, "Kecuali oleh penjilat kekuasaan setiap kritik dimaknai kebencian," ungkap dia.

Sementara itu pendakwah nasional Ustaz Abdullah Haidir ikut membantu menjawab Dahnil untuk menangkal pernyataan Nadirsyah.

"1. Hadits hasan termasuk hadits shahih, hanya derajatnya dibawah shahih. Jadi bukan hadits lemah. Coba cek lagi ilmu haditsnya.
2. Betul hoaxnya ditolak. Tapi jika benar harus siap diterima.
3. Zalim tidaknya penguasa tdk ditentukan oleh jumlah suara yg diperoleh dlm pemilu," kata Ustaz Abdullah.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search