Premis Terselubung di Balik Putusan MK dan Teroris Mampir Jakarta

- Juni 28, 2019
penjual di aksi MK



Tim gabungan TNI-Polri sudah memetakan potensi kerawanan menjelang sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyebut sebanyak 30 terduga teroris terdeteksi masuk ke Jakarta.

"Ya keamanan nasional saya pikir masih terkendali dengan baik, kekuatan TNI-Polri cukup besar, ada 40 ribu antisipasi itu, kekuatan demo 2.500 hingga 3.000, memang ada kelompok teroris yang sudah menyiapkan diri ada 30 orang ya, sudah masuk ke Jakarta. Sudah kita lihat dan kenali, nggak usah khawatir kalau terjadi sesuatu, tinggal kita ambil aja," kata Moeldoko di gedung Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Sayangnya ia enggan mengungkap para teroris yang sudah dideteksi itu. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

"Ya sudah diikutin, yang penting sudah diikutin, adalah pokoknya," ujar Moeldoko.

Aktivis Indonesia Tanpa JIL Akmal Sjafril melihat ada dua premis dari pernyataan Moeldoko kaitan dengan putusan MK.

"Premis 1: Ada 30 teroris masuk Jakarta jelang putusan MK. Premis 2: Putusan MK menangkan 01, tak ada aksi terorisme. Kesimpulan?" ungkap dia.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search