Perang Mulut dari Ahok, Film Propaganda Anies Hingga Celana Cingkrang

- Juni 17, 2019
Wartawan senior Dandhy Laksono memperingatkan pendukung Jokowi yang merengek agar ada "Rayuan Pulau Palsu 2", ia mempersilakan bikin sendiri.

"Uang, filmmaker, content creator, influencer, bahkan layar bioskop kalian punya akses semua. Sekaligus buktikan, seperti tuduhan kalian bahwa memang uang yang menggerakkan sebuah film," kata dia pada 15 Juni 2019.

Pernyataan Dandhy mendapatkan respons dari pendukung Jokowi sekaligus pendukung Ahok, Akhmad Sahal.

"Kalo you emang anti reklamasi, hrsnya bikin film jg anti reklamasi Anies. Kalo hanya Ahok, berarti filmmu semata2 demi jatuhin Ahok saja. Ini bkn film pro rakyat, tp propaganda pro Anies.

Sah2 aja SJW bela Anies atau Bowo. Tp ngaku trus terang dong. Ga usah sok netral/objektif," kata pegiat JIL itu.

Dandhy menyebut bahwa Sahal sudah terlanjur tidak waras akalnya.

"Kalau kadung partisan dan susah balik waras jangan ajak-ajak orang. Tak ada yang perlu saya buktikan pada orang yang bahkan lebih ribut soal celana cingkrang daripada substansi pemberantasan korupsi. Konon lagi soal reklamasi," ungkap dia.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search