Kenalkan Rimpu; Pakaian Adat Muslimah NTB, Radikal?

- Juni 17, 2019

Muslimah yang memakai cadar kerap kali dinilai sebagai orang radikal oleh kalangan liberalis. Kaum liberalis kerap membandingkan dengan pakaian adat di nusantara. Padahal di Nusa Tenggara Barat, sudah ada pakaian yang menjadi tradisi dan budaya yang terus dilestarikan serupa cadar. Pakaian adat tersebut bernama Rimpu, dikenakan para Muslimah Bima dan Dompu ketika keluar rumah.

Ada dua jenis Rimpu, yaitu Rimpu Mpida dan Rimpu Colo. Rimpu Mpida adalah Rimpu yang ada cadarnya, menutupi wajah, diperuntukan bagi yang belum menikah. Sedangkan Rimpu Colo adalah Rimpu yang tiada cadar (terbuka wajahnya), dikenakan oleh ibu-ibu atau mereka yang sudah menikah.

Rimpu menggunakan sarung khas Bima (Tembe Nggoli) yang terdiri dari dua lembar (dua ndo'o) sarung. Kedua sarung tersebut untuk bagian bawah dan bagian atas.

Sarung yang dipakai ini dalam kalangan masyarakat Bima dikenal sebagai Tembe Nggoli (Sarung Songket). Kafa Mpida (Benang Kapas) yang dipintal sendiri melalui tenunan khas Bima yang dikenal dengan Muna.

Sarung songket memiliki beberapa motif yang indah. Motif-motif sarung songket tersebut meliputi nggusu waru (bunga bersudut delapan), weri (bersudut empat mirip kue wajik), wunta cengke (bunga cengkeh), kakando (rebung), bunga satako (bunga setangkai), sarung nggoli (yang bahan bakunya memakai benang rayon).
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search